Sabtu, 30 September 2017

TATA CARA LATIHAN PSHT

By Unknown di September 30, 2017 0 komentar

MAKNA PERLENGKAPAN PENGESAHAAN 
A) Kain mori putih sepanjang tinggi badan tangan melambai (sag dedeg pengawe)-
- Mori ( bhs jawa. Artinya menyatu , melekat, campur )
- Warna putih suci bersih
- Sag dedeg pengawe artinya menurut batas kemampuan masing-masing
B) Pakaian syakral warna hitam, warna hitam melambangkan kesabaran
C) Uang logam artinya bisa di terima oleh masyaraka
t banyak, tidak mudah terkoyak
D) Ayam jago di maksudkan
- Sebagai suwatu latihan berkorban dengan ikhlas
- Di harpkan menjadi jagonya SH, yaitu warga SH di harapkan bisa menjadi
pemimpinyang baik dan bijaksana
E) Suruh temu rose/ ruasnya
- Suruh artinya kaweruh ( mencari ilmu )
- Temu rose artinya temu rasane / rasanya yaitu rasa persaudaraan yang dalam
F) Pisang rojo temen setangkep
- Pisang lambang rezeki dari Allah SWT
- Rojo artinya raja/ pemimpin
- Temen artinya jujur, sungguh sungguh
G) Gelas minum yaitu gelas bening untuk tempat air pengesyahan






--TINGKATAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERBAGI:

Tingkatan Siswa Polos: Menggunakan sabuk berwarna hitam, dengan materi gerakan-gerakan dasar berupa Senam Dasar 1–30. Jurus Dasar 1a–6

Jambon: Menggunakan sabuk berwarna merah muda, dengan materi Senam Dasar 1 – 50, Jurus Tangan Kosong 1a – 13. Mulai diajarkan pengenalan senjata tongkat (toya) dengan materi, Senam Toya 1 – 10 dan Jurus Toya 1 – 5, serta materi pelajaran kerohanian.

Hijau: Menggunakan sabuk berwarna hijau, materi Senam Dasar 1– 70, Jurus Tangan Kosong 1a – 25b. Mulai diajarkan pengenalan senjata tongkat (toya) dan belati dengan materi, Senam Toya 1– 20 dan Jurus Toya 1 – 10, lanjutan pelajaran kerohanian, serta permainan kuncian.

Putih: Menggunakan sabuk berwarna putih, dengan materi Senam Dasar 1 – 90, Jurus Tangan Kosong 1a – 35, dan mulai diajarkan pengenalan senjata tongkat (toya), senjata belati serta senjata pencak silat lainnya, dengan materi, Senam Toya 1–25, dan Jurus Toya 1 – 15, lanjutan pelajaran kerohanian, serta permainan kuncian lanjutan. 
--PENJELASAN TENTANG UBO RAMPE PENGESAHAN PSHT

Kain mori putih bahan dari katun (cara merawat , kegunaan akan di jelaskan menjelangakhir pengesyahan )

Pakaian syakral bewarna hitam standart SHT yaitu celana potong kolor longgar, kolorbewarna putih sebesar jari kelingking, pakai mestak, panjang di atas mata kaki dan bajukurung longgar, kancing baju dengan tali putih, pakai krah (gulon ), lengan pan
jang,ujung lengan tampak lebih lebar

Uang logam berjumlah 36 keping di upayakan nominal menurut kemampuan, denganpengertian nominal lebih besar akan lebih baik, sebaiknya uang di cuci bersih.

Ayam jago, harus memenuhi syarat untuk di jadikan latihan berkorban yaitu jago yangsudah dewasa, sehat tidak cacat, gemuk, baik di senangi, upayakan beli sendiri atauternak sendiri bukan di belikan orang lain sebab ukuran senang itu datang dari dirisendiri belum tentu sama dengan yang di senangi orang lain, demikian juga ukuran baik itu datang dari dalam diri sendiri dan belum tentu sama baiknya orang lain denganbaiknya diri sendiri

Suruh temu rose/ ruasnya, belu suruh di pasar sebanyak satu ikat ukuran sedang tidak boleh di tawar, pembelian di lakukan hanya sekali tidak boleh di ulang dan beli sendiritidak boleh di belikan orang lainHasil pembelian suruh satelah sampai di rumah di cari yang temu rose / ruasnya(sebaiknya di dampingi warga yang setelah mengerti tentang suruh temu rose / ruasnya),yang temu rose / ruasnya di bungkus untuk di bawah ke tempat pengesyahan

Pisang rojo temen setangkep (dua sisir), di beli di pasar, kwalitas baik, tidak boleh adadempet (dua pisang yang kulitnya dempet adi satu)

Lilin ukuran sedang jumlah satu buah (di perkirakan habis di nyalakan selama empat jam )

Gelas minum ukuran sedang ridak bentet/ retak, bersih 
 --TATA LAKSANA LATIHAN
Tatalaksana latihan meliputi pengaturan:
Tahap latihan masing-masing tingkatan siswa.
Materi latihan fisik, tehnik dan taktik.
Sistimatik metode latihan.
Pembinaan prestasi pertandingan
Kegiatan latihan/pembinaan lainnya (latihan gabungan, kamping latihan medan, latihan fsiik dan lain-lain).

Tahap latihan tingkatan siswa
Pra siswa: Khusus bagi kelompok umur 9-14 tahun (kanak-kanak) dan kelompok umur 14-16 tahun (remaja) lama latihan 3 bulan, min–12 pertemuan, max 16 pertemuan
Polos: Lama latihan 4 bulan, dengan jumlah latihan, min 16 pertemuan
Jambon: Lama latihan 6 bulan, dengan jumlah latihan, min–24 pertemuan
Hijau: Lama latihan 8 bulan, dengan jumlah latihan, min-32 pertemuan
Putih: Lama latihan 8 bulan, dengan jumlah latihan, min-32 pertemuan

Materi latihan terdiri dari:
Materi latihan fisik
Materi latihan tehnik
Materi latihan taktik
Materi latihan fisik
Pemeriksaan kondisi fisik
Pemanasan
Ausdouwer/ketahanan
Stamina
Kecepatan dan ketepatan
Dasar ketrampilan
Pernapasan
Materi latihan teknik
Senam missal
Senam dasar
Jurus
Senam toya
Jurus belati
Kuncian dan lepasan
Senjata PS lainnya
Materi latihan taktik
Padanan
Analisa jurus
Pola langkah
Sambut
Jurus refleks
Beladiri praktis

Uraian materi untuk tiap tingkatan tersusun dalam matrik
Sistematika latihan dan metode latihan
Sistematika pelaksanaan latihan dan waktu, terdiri dari:
Latihan pendahuluan
Peregangan (5 menit)
Pernapasan (8 menit)
Latihan inti
Latihan fisik (30 menit)
Latihan tehnik (60 menit)
Latihan taktik (60 menit)
Pembinaan mental–kerohanian (khusus dan pernapasan).

--PERATURAN PELAKSANAAN LATIHAN 
 
Penanggung jawab rayon, ranting, cabang membuat program latihan tentang tugas-tugas untuk Pelatih dan Siswa yang disesuaikan lokasi tempat latihan.
Pelatih 15 menit sebelumnya harus berada di tempat latihan .
Pengisian absen
Setiap siswa harus mengikuti latihan secara terus menerus.
Siswa yang tidak dapat hadir pada waktu latihan 3 (tiga) kali berturut-turut diberi peringatan pertama. Setelah peringatan pertama ternyata siswa tersebut tidak memperhatikannya, maka perlu diberi peringatan kedua dan seterusnya sampai peringatan ketiga.
Setelah sampai peringatan 3 (tiga) kali berturut-turut ternyata siswa tersebut tetap tidak memperhatikan disiplin organisasi, maka sisiwa yang bersangkutan terpaksa dikeluarkan dari Persaudaraan SH Terate dan tidak berhak memakai/ menggunakan identitas Persaudaraan SH Terate. Pengeluaran siswa tersebut dinyatakan secara tertulis dan dibuat rangkap 3 (tiga). Aslinya diberikan kepada orang tua/wali yang bersangkutan lembar 2 (dua) dikirim ke Cabang sebagai tembusan, lembar ke 3 (tiga) tinggal di rayon sebagai arsip. Jika dikemudian hari ex. Siswa tersebut ingin mengikuti latihan kembali, maka kepada ex. Siswa tersebut diwajibkan memenuhi syarat-syarat seperti yang ditentukan dan lebih berat misalnya menemui atau menghubungi pengurus cabang atau sesepuh SHT yang lebih banyak lagi. Pelajaran ke-SH-an diberikan dan ditanamkan sejak siswa mulai mengikuti latihan sampai mereka ikut pengesahannya. Pemberian ke-SH-an disesuaikan dengan tingkatan atau ban. Siswa yang akan mengikuti ujian kenaikan tingkat atau ban diwajibkan Testing ke-SH-an disamping testing teknis yang diadakan oleh masing-masing rayon. Hasil testing masing-masing rayon harus dilaporkan ke Cabang hanya mereka yang lulus testing rayon yang dibolehkan mengikuti ujian kenaikan tingkat atau ban.

--METODE DAN MATERI PEMBINAAN TEHNIK DAN LATIHAN
LATIHAN FISIK

 
Pemeriksaan Kondisi Fisik
Pemeriksaan kondisi secara medis (bagi yang memungkinkan)
Test kondisi, aerobik

Pemanasan
Latihan senam umum. Pembinaan kelenturan, keseimbangan dan kecepatan, ketepatan.
Leher
Dada
Perut-pinggang
Pinggang kiri dan kanan
Gerak tungkai ke depan, samping, belakang
Keseimbangan
Kuda-kuda
Latihan senam pagi Indonesia seri D dan senam kesegaran jasmani yang dilakukan dengan irama musik

Latihan Ausdouwer
Paket I
Springan, loncat 5 menit.
Pukulan lurus
Pukulan bandul
Kombinasi bandul dan lurus
Sikutan cepat kanan kiri seperti senam 24 (kaki sejajar)
Tahan pipi, tangan mengepal di pipi.
Dengkulan cepat
Tendangan cepat A
Tendangan cepat C
Tendangan cepat T
Kombinasi tendangan A & C
Tendangan cepat diawali dari jongkok
Scot Jump
Spir perut atas, badan diangkat
Spir perut bawah, kaki diangkat
Pus up tangan terbuka
Pus up tangan mengepal
Pus up tangan pedangan
Pus up ditempat loncat tangan terbuka
Pus up ditempat loncat tangan mengepal.

Paket 2
Springan
Pukulan lurus
Pukulan bandul
Kombinasi bandul dan lurus
Sikutan cepat kanan kiri seperti 24
SIkut cepat ke atas kanan dan kiri
Tahan pipi tangan mengepal
Dengkulan cepat
Tendangan cepat A
Tendangan cepat C
Tendangan cepat T
Tendangan Cepat B
Kombinasi tendangan A dan T
Tendangan cepat A diawali jongkok
Scot Jump
Jalan ongkong-ongkong
Spir perut atas badan diangkat
Spir perut bawah kaki diangkat
Pus up tangan terbuka
Pus up tangan mengepal
Pus up tangan pedangan
Pus up ditempat loncat tangan terbuka
Pus up ditempat loncat tangan mengepal
Pus up ditempat loncat tangan pegangan
Pus up berjalan tangan terbuka loncat
Pus up berjalan tangan mengepal loncat
Lemparan kaki ke belakang
Lemparan kaki ke depan
Latihan tangan membuka dan menutup

Paket 3
Springan
Pukulan lurus
Pukulan bandul
Kombinasi bandul dan lurus
Sikutan cepat kanan kiri seperti senam 24
SIkut cepat ke atas kanan dan kiri
Sikutan cepat kanan kiri, kaki sejajar
Tahan pipi tangan mengepal menempel di pipi
Dengkulan cepat
tendangan cepat A
Tendangan cepat C
Tendangan cepat T
Tendangan Cepat B
Kombinasi tendangan A dan B
Tendangan cepat A diawali jongkok
Spir paha
Scot Jump
Jalan ongkong-ongkong
Loncat kanguru
Slimpuh langsung tendangan A
Spir perut atas badan diangkat
Spir perut bawah kaki diangkat
Pus up tangan terbuka
Pus up tangan mengepal
Pus up tangan pedangan
Pus up ditempat loncat tangan terbuka
Pus up ditempat loncat tangan mengepal
Pus up ditempat loncat tangan pegangan
Pus up berjalan tangan terbuka loncat
Pus up berjalan tangan pedangan loncat
Jalan mengepal
Lemparan kaki ke belakang
Lemparan kaki ke depan
atihan tangan membuka dan menutup
Spir leher
Spir leher berputar
Spir punggung

Paket 4
Springan
Pukulan lurus
Pukulan bandul
Kombinasi bandul dan lurus
Sikutan cepat kanan kiri seperti 24
SIkut cepat ke atas kanan dan kiri
Sikutan cepat kanan kiri, kaki sejajar
Tahan pipi tangan mengepal menempel di pipi
Dengkulan cepat
Tendangan cepat A
Tendangan cepat C
Tendangan cepat T
Tendangan Cepat B
Kombinasi tendangan A dan T
Tendangan cepat A diawali dari jongkok
Spir paha
Scot Jump/loncat jongkok
Jalan ongkong-ongkong
Loncat kanguru
Slimpuh langsung tendangan A
Loncat katak berputar, hitungan 1, 2, 3, 4 kemudian hitungan 4 berputar melingkar ke kiri, kanan
Spir perut atas badan diangkat
Spir perut bawah kaki diangkat
Pus up tangan terbuka
Pus up tangan mengepal
Pus up tangan pedangan
pus up tangan kiri terbuka
pus up tangan satu terbuka
pus up tangan satu mengepal
Pus up ditempat loncat tangan terbuka
Pus up ditempat loncat tangan mengepal
Pus up ditempat loncat tangan pegangan
Pus up berjalan tangan terbuka loncat
Pus up berjalan tangan mengepal loncat
pus up berjalan tangan pedangan loncat
Jalan mengepal
pus up kapal putar kedepan
pus up kapal putar kebelakang
Lemparan kaki ke belakang
Lemparan kaki ke depan
Latihan tangan membuka dan menutup
spir leher
spir leher berputar
spir punggung
kayang berjalan ke belakang
kayang berjalan ke depan
rol kip.

1. Latihan Bebas: Untuk tingkat Hijau dan telah dewasa
Spir tangan. Menggunakan sapu lidi, Menggunakan dempel dan tali, dan Menggunakan katrol tangan
2. Spir kaki: Menggunakan beban, katrol di kaki, Menggunakan peralatan lain-lain

STAMINA
Lari ditempat
Tingkat polos: 5 menit
Tingkat Jambon: 7 menit
Tingkat Hijau: 9 menit
Tingkat Putih: 10 menit

Lari
Tingkat polos: 20 meni
Tingkat jambon: 30 menit
Tingkat hijau: 40 menit
Tingkat putih : 50 menit

DASAR KETRAMPILAN
Jatuh Diri
Tingkat polos
a. jatuh depan
b. jatuh samping (dari posisi jongkok)
c. jatuh belakang
Tingkat Jambon
a. jatuh depan
b. jatuh samping (dari posisi berdiri = bisa)
c. jatuh belakang
Tingkat Hijau
a. jatuh depan
b. jatuh samping dari posisi berdiri = trampil
c. jatuh belakang
Tingkat Putih
a. jatuh depan
b. jatuh samping dari posisi berdiri = mahir
c. jatuh belakang

Koordinasi sikap dan gerak
Sikap berdiri : a. sikap tegak
Tangan lurus ke samping
Tangan kepal di samping
Tangan menyatu di dada (sikap berdiri alif)

Sikap berdiri : b. sikap kuda-kuda
Depan
Samping
Belakang
Tengah
Silang
Sikap jongkok:
a. Jongkok
b. Jengkekng (jongkok dg ujung kaki jinjit)
Sikap duduk:
a. duduk
b. sila
c. simpuh
d. sempok
ikap berbaring:
a. telentang
b. miring
c. telungkup
Sikap khusus: tegak satu kaki
Sikap pasang: sesuai dan pasangan pada jurus 1 s/d36

PERNAFASAN
Pernafasan Tanpa Gerak
Pernafasan lurus
Pernafasan dada
Pernafasan perut
Pernafasan kombinasi dada dan perut
Pernafasan SH Terate
Untuk Polos: Pernapasan lurus
Jambon: Pernapasan dada saja. Pernapasan perut saja
Hijau: Pernapasan kombinasi dada dan perut
Putih: Pernapasan SH Terate

Pernapasan dengan gerak
Untuk Polos dan Jambon: Belum ada
Untuk Hijau: 1. Pernapasan dada dengan
Tangkisan tangan dan kaki
Serangan tangan dan kaki
Hindaran

2. Pernapasan perut dengan
Tangkisan tangan/kaki
Serangan tangan/kaki
Hindaran

Untuk Putih: a. Pernapasan lurus dengan gerak jurus
b. Pernapasan dada, perut dengan gerak jurus

LATIHAN TEHNIK
Pemeriksaan Kondisi Fisik
1. Senam massal: Tingkat Polos: 1-30
Tingkat Jambon : 1-40
Tingkat Hijau : 1-50
Tingkat Putih : 1-60

2. Senam dasar: Tingkat Polos: 1-30
Tingkat Jambon : 1-60
Tingkat Hijau : 1-70
Tingkat Putih : 1-90
3. Praktek Jurus : Tingkat Polos: 1-4
Tingkat Jambon : 1-11
Tingkat Hijau : 1-2

Tingkat Putih : 1-35
4. Pasangan :Tingkat Polos : 1-4
Tingkat Jambon : 1-11
T ingkat Hijau : 1-20
Tingkat Putih : 1-35

5. Langkah: Tingkat Polos:Angkatan
Geseran
Tingkat Jambon: Angkatan-laporan
Geseran-loncatan
Tingkat Hijau: Angkatan-lampatan
Geseran seser
- Loncatan Tingkat Putih : Angkatan-lompatan
Geseran-seser
loncatan-putaran

6. Senam Toya: Tingkat Polos: -
Tingkat Jambon : 1 – 15
Tingkat Hijau : 1 – 20
Tingkat Putih : 1 - 25

7. Jurus Toya Tingkat Polos: Tingkat Polos: -
Tingkat Jambon : 1 – 10
Tingkat Hijau : 1 – 15
Tingkat Putih : 1 - 20

8. Jurus Belati Tingkat Polos:Tingkat Polos: -
Tingkat Jambon : -
Tingkat Hijau : 1 – 10
Tingkat Putih : 1 - 18

9. Kuncian dan lepasan Tingkat Polos: Tingkat Polos: -
Tingkat Jambon : 1 – 26
Tingkat Hijau : 1 – 44
ingkat Putih : -

10. Senjata PS lain Tingkat Polos: Tingkat Polos: -
Tingkat Jambon : -
Tingkat Hijau : - Golok
- Pedang
Tingkat Putih : - Golok
- Pedang
- Trisula
- Krambe

JURUS KUNCI PSHT 1922

By Unknown di September 30, 2017 1 komentar







Jurus Ini adalah Jurus yang Mematahkan Serangan segala Arah Untuk Mendapatkan contoh Jurus kunci Psht kita harus melakukan suatu kegiatan yaitu ikut latihan Sh Terate tentu nya Tidak Asal ikut Latihan akan mendapatkan jurus Tersebut ,tetapi melalui beberapa Tahapan Antara sebagai Berikut : 

1. Latihan Fisik
Tujuan Dari Latian ini Adalah Agar Calon Pendekar Setia Hati Terate memiliki fisik Yang kuat agar mampu bertahan segala resiko dari latihan tersebut, untuk melatih fisik perlu melakukan seperti push up, sit up ,spir perut dsb

2. Rohani
Selain di latih pencak silat / beladiri setia hati terate juga memberi pelajaran rohani kepada Cikal bakal Pendekar Setia Hati Terate Agar Kelak Menjadi Warga Sh Terate yang Tahu benar Dan Salah , ini merupakan salah Satu Wajib di miliki Oleh Anggota Sh terate yaitu Rasa Persaudaraan Yang Tinggi Melebihi Saudara Kandung Sendiri.

Tes
Tidak Hanya Di sekolah Di Pencak Silat Pun Tidak Luput Dari Tes atau Menguji seberapa tanggap siswa terhadap mata pelajaran Yang Di berikan Oleh Pelatihnya Baik Itu senam dasar,jurus, tendangan dan kunci-kunci an .
Mengenai jurus Sh terate Sudah Ada Di postingan Terdahulu, contoh Jurus 36 Psht akan di berikan ketika Sudah Selesai mengikuti acara pengesahan dan itu yang Memberi contoh adalah Dewan Pengesah yaitu Warga Sh Terate Tingkat 2 serta kode-kode sh Terate .

Jadi Intinnya Bila Ingin Tahu Jurus kunci Sh Terate 36 ikuti Latihan Sampai Pengesahan dan Mendalami apa rasanya Memiliki Jurus itu , bukan Untuk sombong karena merasa sudah punya jurus 36 sh terate maka di buat Se enaknya , Ingatlah Ilmu Itu Titipan suatu Saat akan Kembali Kepada Yang Menciptakan-Nya…
Salam Persaudaraan

SEJARAH PSHT 1922

By Unknown di September 30, 2017 0 komentar
Assalammualaikum wr.wb
Selamat datang di blog saya tentang organisasi terbesar di dunia Persaudaraan Setia Hati Terate


Manusia dapat dihancurkan
Manusia dapat dimatikan
akan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan
selama manusia itu setia pada hatinya
atau ber-SH pada dirinya sendiri
Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate itu ternyata sampai sekarang tetap bergaung dan berhasil melambungkan PSHT sebagai sebuah organisasi yang berpangkal pada “persaudaraan” yang kekal dan abadi.

Adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo, lelaki kelahiran Madiun pada tahun 1890. Karena ketekunannya mengabdi pada gurunya, yakni Ki Ngabehi Soerodiwiryo, terakhir ia pun mendapatkan kasih berlebih dan berhasil menguasai hampir seluruh ilmu sang guru hingga ia berhak menyandang predikat pendekar tingkat III dalam tataran ilmu Setia Hati (SH). Itu terjadi di desa Winongo saat bangsa Belanda mencengkeramkan kuku jajahannya di Indonesia.
Sebagai seorang pendekar, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pun berkeinginan luhur untuk mendarmakan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Untuk kebaikan sesama. Untuk keselamatan sesama. Untuk keselamatan dunia. Tapi jalan yang dirintis ternyata tidak semulus harapannya. Jalan itu berkelok penuh dengan aral rintangan. Terlebih saat itu jaman penjajahan. Ya, sampai Ki Hadjar sendiri terpaksa harus magang menjadi guru pada sekolah dasar di benteng Madiun, sesuai beliau menamatkan bangku sekolahnya. Tidak betah menjadi guru, Ki Hadjar beralih profesi sebagai Leerling Reambate di SS (PJKA/Kereta Api Indonesia saat ini – red) Bondowoso, Panarukan, dan Tapen.

Memasuki tahun 1906 terdorong oleh semangat pemberontakannya terhadap Negara Belanda – karena atasan beliau saat itu banyak yang asli Belanda -, Ki Hadjar keluar lagi dan melamar jadi mantri di pasar Spoor Madiun. Empat bulan berikutnya ia ditempatkan di Mlilir dan berhasil diangkat menjadi Ajund Opsioner pasar Mlilir, Dolopo, Uteran dan Pagotan.
Tapi lagi-lagi Ki Hadjar didera oleh semangat berontakannya. Menginjak tahun 1916 ia beralih profesi lagi dan bekerja di Pabrik gula Rejo Agung Madiun. Disinipun Ki Hadjar hanya betah untuk sementara waktu. Tahun 1917 ia keluar lagi dan bekerja di rumah gadai, hingga beliau bertemu dengan seorang tetua dari Tuban yang kemudian memberi pekerjaan kepadanya di stasion Madiun sebagai pekerja harian.

Dalam catatan acak yang berhasil dihimpun, di tempat barunya ini Ki Hadjar berhasil mendirikan perkumpulan “Harta Jaya” semacam perkumpulan koperasi guna melindungi kaumnya dari tindasan lintah darat. Tidak lama kemudian ketika VSTP (Persatuan Pegawai Kereta Api) lahir, nasib membawanya ke arah keberuntungan dan beliau diangkat menjadi Hoof Komisaris Madiun.
Senada dengan kedudukan yang disandangnya, kehidupannya pun bertambah membaik. Waktunya tidak sesempit seperti dulu-dulu lagi, saat beliau belum mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Dalam kesenggangan waktu yang dimiliki, Ki Hadjar berusaha menambah ilmunya dan nyantrik pada Ki Ngabehi Soerodiwiryo.
Data yang cukup bisa dipertanggungjawabkan menyebutkan dalam tahun-tahun inilah Setia Hati (SH) mulai disebut-sebut untuk mengganti nama dari sebuah perkumpulan silat yang semula bernama “Djojo Gendilo Cipto Mulyo”.

Masuk Sarikat Islam.
Memasuki tahun 1922, jiwa pemberontakan Ki Hadjar membara lagi dan beliau bergabung dengan Sarikat Islam (SI), untuk bersama-sama mengusir negara penjajah, malah beliau sendiri sempat ditunjuk sebagai pengurus. Sedangkan di waktu senggang, ia tetap mendarmakan ilmunya dan berhasil mendirikan perguruan silat yang diberi nama SH Pencak Spor Club. Tepatnya di desa Pilangbangau – Kodya Madiun Jawa Timur, kendati tidak berjalan lama karena tercium Belanda dan dibubarkan.

Namun demikian semangat Ki Hadjar bukannya nglokro (melemah), tapi malah semakin berkobar-kobar. Kebenciannya kepada negara penjajah kian hari kian bertambah. Tipu muslihatpun dijalankan. Untuk mengelabuhi Belanda, SH Pencak Sport Club yang dibubarkan Belanda, diam-diam dirintis kembali dengan siasat menghilangkan kata “Pencak” hingga tinggal “SH Sport Club”. Rupanya nasib baik berpihak kepada Ki Hadjar. Muslihat yang dijalankan berhasil, terbukti Belanda membiarkan kegiatannya itu berjalan sampai beliau berhasil melahirkan murid pertamanya yakni, Idris dari Dandang Jati Loceret Nganjuk, lalu Mujini, Jayapana dan masih banyak lagi yang tersebar sampai Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo dan Yogyakarta.

Ditangkap Belanda.
Demikianlah, hingga bertambah hari, bulan dan tahun, murid-murid Ki Hadjar pun kian bertambah. Kesempatan ini digunakan oleh Ki Hadjar guna memperkokoh perlawanannya dalam menentang penjajah Belanda. Sayang, pada tahun 1925 Belanda mencium jejaknya dan Ki Hadjar Hardjo Oetomo ditangkap lalu dimasukkan dalam penjara Madiun.
Pupuskah semangat beliau ? Ternyata tidak. Bahkan semakin menggelegak. Dengan diam-diam beliau berusaha membujuk rekan senasib yang ditahan di penjara untuk mengadakan pemberontakan lagi. Sayangnya sebelum berhasil, lagi-lagi Belanda mencium gelagatnya. Untuk tindakan pengamanan, Ki Hadjar pun dipindah ke penjara Cipinang dan seterusnya dipindah di penjara Padang Panjang Sumatera. Ki Hadjar baru bisa menghirup udara kebebasan setelah lima tahun mendekam di penjara dan kembali lagi ke kampung halamannya, yakni Pilangbangau, Madiun.
Selang beberapa bulan, setelah beliau menghirup udara kebebasan dan kembali ke kampung halaman, kegiatan yang sempat macet, mulai digalakan lagi. Dengan tertatih beliau terus memacu semangat dan mengembangkan sayapnya. Memasuki tahun 1942 bertepatan dengan datangnya Jepang ke Indonesia SH Pemuda Sport Club diganti nama menjadi “SH Terate”. Konon nama ini diambil setelah Ki Hadjar mempertimbangkan inisiatif dari salah seorang muridnya Soeratno Soerengpati. Beliau merupakan salah seorang tokoh Indonesia Muda.

Selang enam tahun kemudian yaitu tahun 1948 SH Terate mulai berkembang merambah ke segenap penjuru. Ajaran SH Terate pun mulai dikenal oleh masyarakat luas. Dan jaman kesengsaraanpun sudah berganti. Proklamasi kemerdekaan RI yang dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta dalam tempo singkat telah membawa perubahan besar dalam segala aspek kehidupan. Termasuk juga didalamnya, kebebasan untuk bertindak dan berpendapat. Atas prakarsa Soetomo Mangku Negoro, Darsono, serta saudara seperguruan lainnya diadakan konferensi di Pilangbangau (di rumah Alm Ki Hadjar Hardjo Oetomo). Dari konferensi itu lahirlah ide-ide yang cukup bagus, yakni SH Terate yang semenjak berdirinya berstatus “Perguruan Pencak Silat” dirubah menjadi organisasi “Persaudaraan Setia Hati Terate”. Selanjutnya Soetomo Mangkudjajo diangkat menjadi ketuanya dan Darsono menjadi wakil ketua.

Tahun 1950, karena Soetomo Mangkudjojo pindah ke Surabaya, maka ketuanya diambil alih oleh Irsad. Pada tahun ini pula Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah seorang tokoh pendiri PSHT, mendapatkan pengakuan dari pemerintah Pusat dan ditetapkan sebagai “Pahlawan Perintis Kemerdekaan” atas jasa-jasa beliau dalam perjuangan menentang penjajah Belanda.



Pages

 

MBAK EKA IDRIS 1922 Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos