Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Oktober 2017

RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA. Kelas 7,8, dan 9

By Unknown di Oktober 29, 2017 0 komentar
Kelas 7.
SEMESTER 1.
  • Menulis buku harian dengan memperhatikan cara penggunaan & bahasa ekspresif
- Dalam halaman buku harian terdapat :
Waktu, dan tempat kejadian
Uraian peristiwa / isi dengan bahasa ekspresif
Nama jelas / jati diri
- Bahasa Ekspresif adalah Bahasa yang menghidupkan suasana cerita
- Buku harian adalah buku yang mencatatat pengalaman pribadi / peristiwa penting yang bersifat pribadi / rahasia
- Pengalaman pribadi adalah hal yang pernah terjadi yang bersifat pribadi / rahasia / penting / terkenang
- Manfaat buku harian yaitu untuk mengenang peristiwa yang pernah terjadi & menjadi reverensi menulis buku
- Cara menulis buku harian :
o Menggunakan bahasa ekspresif
o Tidak usah mengulang banyak kata.

Contoh soal:
  1. Setelah satu semester menunggu, Sabtu, 20 Desember 2008 tepatnya pukul 08.30, rapor dibagikan oleh wali kelas. Andi Gunawan, peringkat pertama di kelas IX-9. Pengumuman itu mewujudkan impian Andi selama ini. Andi bersyukur kepada Tuhan.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, kalimat yang tepat untuk ditulis dalam buku harian adalah ...
A. Sabtu, 20 Desember 2008. Andi diumumkan sebagai peringkat pertama di kelas. Akhirnya, impian Andi terwujud. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan doanya.
B. Sabtu, 20 Desember 2008, tepatnya pukul 08.30. Wali kelas mengumumkan bahwa Andi mendapat prestasi yang membanggakan di kelas IX-9. Andi peringkat pertama di kelas.
C. Sabtu, 20 Desember 2008. Saat pembagian rapor di kelas IX-9. Saya bangga karena Andi mendapat peringkat pertama. Hal itu, sangat membanggakan bagi Andi.
D. Sabtu, 20 Desember 2008, tepatnya pukul 08.30. Namaku diumumkan sebagai peringkat pertama di kelas. Wow ... akhirnya, impianku terwujud. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan doaku.

KUNCI JAWABAN : D
PEMBAHASAN :
Sesuai data dalam ilustrasi, terutama data pada dua kalimat terakhir. Kata ekspresif: wow...

  • Menulis Surat pribadi dengan memperhatikan kompetensi, isi, & Bahasa
- Surat menurut bentuknya dibagi 2 yaitu surat pribadi & surat dinas
- Surat pribadi ditujukan untuk teman , saudara , keluarga , dll
- Surat dinas adalah surat yang bersifat resmi yang dikeluarkan oleh lembaga atau dinas
- Sistimatika ( Bag. Surat) =
Pembuka :
a. Tempat & tanggal surat – Paling atas sebelah kanan
b. Alamat surat – ada dibawah TTS
c. Salam pembuka – ditulis diatas isi pokok
Isi : Berisi pesan yang ingin disampaikan pengirim kepada penerima surat
Penutup :
a. Salam pentup – ditulis di bawah isi pokok
b. TTD pengirim – tanda terima penulis surat
c. Nama jelas pengirim – merupakan identitas pengirim
- Surat pribadi dibagi 2 yaitu surat pribadi perorangan dan surat pribadi resmi
- SP. Perorangan ditujukan kepada teman, sahabat dan menggunakan bahasa sehari-hari , atau bahasa popular / tidak baku
- SP. Resmi biasanya kita kirim kepada lembaga, sekolah, atau guru menggunakan bahasa resmi, yang baku dan formal
- Yang harus diperhatikan jika mengerjakan soal tentang ini dalah bahasanya dan sistimatika penulisannya .
- Perhatikan ! Dilarang menggati nama kota dengan istilah “DI TEMPAT”
- Perhatikan ! Jika ingin menulis paragraph yang menjorok tidak boleh dilongkap 1 baris . Tetapi jika membuat barisan lurus harus dilongkap 1 baris
- Isi minimal terdiri 3 paragraf yaitu Paragraf pembuka , Pargraf pokok inti , paragraph penutup Harus memperhatikan EYD (tanda baca , huruf Kapital , Spasi) & tata letak (berurutan)

Contoh soal:
  1. Jakarta, 14 Februari 2009

Untuk sahabatku Anggi,
Jalan Merdeka 12, Tarutung Medan

Salam kangen,
[…]
Semoga kamu sekeluarga sehat-sehat seperti halnya aku dan keluargaku.

Tidak terasa sudah setengah tahun kita berpisah, aku benar-benar kehilangan sahabat baik, sejak kepindahanmu.

Sahabatmu,
Inaara

Kalimat yang tepat untuk melengkapi surat pribadi tersebut adalah ...
A. Senang dapat bersilaturahmi denganmu via surat.
B. Kuharap kamu selalu dalam keadaan bahagia.
C. Hai, Anggi, bagaimana kabarmu sekarang?
D. Hai Inaara keluargamu baik-baik saja bukan?

KUNCI JAWABAN : C
PEMBAHASAN :
Terdapat kata/kalimat yang dirujuk dengan kata sesudahnya yaitu bagaimana kabarmu dirujuk dengan semoga kamu dan keluarga…
  


SEMESTER 2.

  • Mendengarkan Wawancara
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab dengan seseorang untuk menggali info/ pendapat mengenai suatu masalah. Dalam sebuah wawancara penanya dapat mengajukan pertanyaan berkaitan dengan info yang diinginkan. Sebaliknya, narasumber akan menjawab masalah yang ditanyakan. Jawaban narasumber bisa berupa pendapat/ info tentang suatu hal. Kalimat pertanyaan dalam wawancara disesuaikan dengan tujuan wawancara, jelas, memuat satu hal, tidak terlalu panjang & tidak menyinggung perasaan.
Langkah-langkah menyimpulkan pendapat:
Simaklah wawancara dengan cermat
Datalah jawaban yang dikemukakan narasumber baik berupa pendapat& info yang meliputi:
~Sesuatu yang dibicarakan
~Orang yang dibicarakan
~Tempat terjadinya sesuatu yang dibicarakan
~Waktu yang dibicarakan
~Penyebab yang dibicarakan
~proses yang dibicarakan
Ubahlah jawaban yang telah didata menjadi kalimat
Simpulan jawaban yang telah didata menjadi kalimat dalam suatu paragraf yang runtut& padu
Tujuan wawancara àuntuk mendapatkan info tentang suatu hal yang perlu diberitakan kepada orang banyak
Sebelum melakukan wawancara, langkah-langkah yang harus dipersiapkan adalah:
Menentukan tema
Menyusun daftar yang akan ditanyakan
mempersiapkan alat-alat yang diperlukan.

Contoh soal:
  1.  Kalimat sapaan yang santun kepada narasumber adalah ...
a. Kita akan mengadakan wawancara sekarang Pak. Cepat bersiap!
b. Hai, saya akan mewawancarai Anda, lho!
c. Selamat siang Pak. Boleh saya mewawancarai Anda sekarang?
d. Apakah sekarang waktunya kita berwawancara?
  • Menceritakan Tokoh Dengan Pedoman Kelengkapan Identitas Tokoh
Ciri-ciri dari tokoh idola adalah:
Banyak dikagumi masyarakat
Ahli dibidangnya
Mempunyai prestasi yang menonjol
dapat menjadi panutan teladan
Pengertian tokoh idola:Orang yang terkemuka kenamaan dan mampu menjadi panutan/teladan bagi orang lain.
Dalam menceritakan seorang tokoh yang menjadi idola yang perlu diceritakan adalah:
1) Menyebutkan nama tokoh dan identitas lain secara lengkap.
2) Menyebutkan prestasi/kelebihan yang telah diraih sang idola.
3) Memberikan alsan yang tepat mengapa mengidolakannya.
Langkah-langkah yang harus diperhatikan untuk dapat menceritakan seorang tokoh yang baik antara lain:
1) Mencari data-data tentang tokoh idolamu(riwayat hidup,keistimewaannya,dan prestasinya)
2) Menulis satu tema yang paling yang paling menarik mengenai tokoh idolamu,dpt berupa kerjakerasnya prestasinya dll.
3) Tambahkan komentar tentang tokoh idolamu tersebut
4) Gunakan bahasa yang baik dan benar
Informasi yang utama dalam menulis riwayat hidup seseorang tokoh adalah:
~Nama jelas
~Tempat,tanggal lahir
~Nama orang tua
 ~Pendidikan
~Prestasi
~Karya-karyanya
~Ide-idenya
~Sikap dan tindakannya


.KELAS 8. 
SEMESTER 1

  • Unsur Intrinsik Novel
- Tema : Pokok persoalan yang dibicarakan dalam naskah tersebut.
- Penokohan : Penyajian watak-watak tokoh dalam cerita tersebut, bisa dilihat dari perilaku 
tokoh, dialog, pilihan-pilihan tokoh, deskripsi/penjelasan penulis.
- Alur : Jalinan/ikatan-ikatan peristiwa yang membentuk cerita. Di dalam alur terdapat 5
peristiwa penting (perkenalan, konflik, puncak konflik, peleraian, penyelesaian)
- Konflik : Batin, Fisik.
- Ending : Happy ending, Sad ending, Open Ending (hanya sampai konflik).
- Setting/latar : Segala keterangan yang menyangkut waktu, tempat, dan suasana cerita itu.
- Amanat : Ada 2 macam : ~ Tersurat → ditulis oleh pengarangnya dalam cerita.
~ Tersirat → pembaca harus menyimpulkan sendiri.

Contoh soal:
  1.  Bacalah penggalan novel berikut!
Saya sepakat melepaskan tanah saya yang akan menjadi pabrik itu karena di pabrik itu tidak hanya dibutuhkan kantor, ruang meja, halaman, dan seterusnya, pasti juga harus ada mesjid. Tapi bahkan para pekerja tidak diberi jam istirahat untuk bersembahyang, karena itu saya menuntut ... .
Unsur intrinsik novel yang paling dominan pada penggalan novel di atas adalah ....
                A.             latar
                B.             tema
                C.            alur
                D.            tokoh
                E.             amanat
Kunci                                       :               A
                Pembahasan           :
                Unsur intrinsik novel yang paling dominan pada penggalan    novel tersebut adalah latar...

  • Menanggapi hal menarik dalam novel
- Bahasa tanggapan : Bahasa sopan dan argumentative.
- Dalam memberi tanggapan bisa dalam bentuk :
~ Kalimat pendek/Paragaraf pendek. Cth : Menurut saya novel ini … (isi, karakter tokoh, unsur intrinsik yang lain, ditambah dengan argumentasi yang logis, membandingkan dengan kenyataan dalam masyarakat)
~ Karangan opini yang unsurnya meliputi : judul, paragraph pembuka, paragraph2, paragraph penutup.
- Untuk memperkuat argumentasi :
~ Gunakan teori (keilmuan yang kita miliki).
~ Pengetahuan umum.
~ Pengalaman...
SEMESTER 2.

  • Materi puisi
1. JENIS SASTRA TERBAGI 2: (a) PUISI, dan (b) PROSA.
2. JENIS PUISI ANTARA LAIN: puisi, sajak, syair, pantun, gurindam, mantra.
3. JENIS PROSA ANTARA LAIN: novel, novelet, cerpen, cerita mini, drama.
4. UNSUR POKOK DALAM PUISI: tema, diksi, rima, dan gaya bahasa.
5. TEMA dalam puisi: gagasan pokok yang hendak diungkapkan oleh sang penyair.
6. DIKSI: pilihan kata yang digunakan penyair. Kata-kata yang digunakan dlm puisi sering bersifat konotatif atau memiliki kemungkinan makna yang lebih dari satu dan puitis atau mempunyai efek keindahan.
7. RIMA: sering juga disebut sebagai sajak atau persamaan bunyi, baik pada awal, tengah, atau di akhir bait puisi. Paling sering sih biasanya di setiap akhir bait. Penggunaan rima ini biasanya untuk mendukung perasaan atau suasana hati.
8. GAYA BAHASA: unsur pilihan kata atau cara bertutur yang menjadikan puisi lebih terasa hidup dan menjelaskan gambaran angan.
9. CITRAAN dalam puisi: unsur yang menonjol dari fungsi panca indera kita saat kita membaca citraan dalam puisi tersebut.
10. CITRAAN dalam pusi terbagi 4:
a. CITRAAN PENGLIHATAN: gambaran puisi yang saat dibaca seolah-olah gambaran tersebut dapat kita lihat secara jelas. Dalam kalimat-kalaimat tersebut yang paling menonjol gambarannya adalah gambaran penglihatan. Misal: bunga itu merekah saat pagi datang dengan semburat cahaya keemasan.
b. CITRAAN PENDENGARAN: gambaran yang terdapat dalam kalimat puisi tersebut seolah-olah kita mendengar dengan jelas suara-suara yang digambarkan oleh sang penyair. Misal: deru tank yang melintas di jalanan berbaur dengan letusan bedil dan teriakan para demonstran masih terngiang dalam ingatanku. Atau: Ping di atas pong, pong di atas ping.
c. CITRAAN PENCIUMAN: gambaran yang terdapat dalam kalimat puisi tersebut seolah-olah kita mencium dengan jelas bau-bauan yang digambarkan oleh sang penyair. Misal: Aku muntah. Betapa bau. Mayat-mayat terbakar. Semua terkapar.
d. CITRAAN PERASAAN: gambaran yang terdapat dalam kalimat puisi tersebut seolah-olah kita dapat merasakan suasana dengan jelas gambaran yang digambarkan oleh sang penyair. Misal: Angin turun. Perlahan. Merayap di tangan, leher, dan dadaku. Dingin tiada terkira.
11. BAHASA PUISI biasanya penuh dengan MAJAS/PERUMPAMAAN.
  
  •  Menjelaskan Tema Dan Latar Novel Remaja Yang Dibicarakan 

                Novel merupakan karya sastra yang berbentuk prosa, dengan penceritaan mengenai tokoh-tokohnya disampaikan secara panjang dan mendetail. Novel hampir sama dengan roman. Perbedaannya yaitu dalam roman biasanya tokoh diceritakan dari lahir hingga akhir hayatnya. Adapun dalam novel, tokoh cerita dikisahnya hingga akhir cerita.
                Tokoh-tokoh dalam novel diceritakan secara rinci, terutama perwatakannya. Karakter tokoh dapat ditandai dari dialog, komentar tokoh lain, ataupun pengisahan pengarang secara langsung. Latar merupakan waktu, tempat, dan suasana yang ada dalam cerita, sedangkan alur merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk suatu cerita.
                Sebuah novel ada beberapa unsur yang membentuknya. Antara lain adalah tema dan latar.
    1. Tema
                Tema adalah gagasana yang menjalin struktur isi cerita. Tema suatu novel menyangkut segala persoalan, baik berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan lain sebagainya. Tema antara satu novel dengan novel lainnya mungkin saja isi pokoknya sama.
    2. Latar
                Latar atau yang sering disebut setting adalah tempat dan waktu terjadinya sebuah peristiwa. Pada umumnya latar berhubungan dengan penggantian tempat, waktu, dan lingkungan sosial terjadinya peristiwa yang diceritakan. Latar dapat dibedakan dalam 3 unsur pokok.
       a. Latar tempat
    Latar tempat berhubungan dengan lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah novel.
       b. Latar waktu
                Latar waktu berhubungan dengan masalah kapan terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah novel.
       c. Latar sosial
                Latar sosial berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam novel.

                Berita merupakan keterangan mengenai suatu kehadian atau peristiwa. Suatu peristiwa sering diberitakan oleh beberapa media cetak. Meskipun yang diberitakan sama, namun tetap ada perbedaan dalam hal sudut pandang, titik berat berita, dan gaya dalam menyampaikan berita.
                Membaca ekstensif adalah kegiatan membaca sekilas tanpa mengurangi pemahaman inti bacaan. Membaca ekstensif merupakan kegiatan membaca untuk mendapatkan informasi dari bacaan sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya.
                Pemahaman gagasan pokok dapat diperoleh dengan cara:
    1. Baca tiap paragraf yang ada dalam wacana.
    2. Cari kalimat utama/pokok tiap paragraf.
    3. Dari kalimat utama tersebut dapat dirumuskan gagasan utama/pokoknya.
    4. Susun gagasan pokok tersebut sebagai bukti pemahaman terhadap wacana tersebut.
    5. Dari gagasan pokok tersebut pilihlah sebuah gagasan pokok yang paling umum dan dapat dijadikan masalah pokok wacana.
    Cara menemukan masalah utama dari beberapa berita:
    1. Baca tip berita yang ada secara cermat.
    2. Temukan masalah pokok yang ada pada tiap berita. (cara mencari masalah utama/pokok hampir sama dengan cara mencari kalimat utama dalam paragraf.
    3. Rumuskan masalah utama yang ada pada tiap berita.
    4. Bila antar berita tersebut ada benang merahnya, simpulkan masalah utama pada beberapa berita menjadi satu.
                Sebuah berita berisi tentang jawaban dari 5W+1H, yaitu what (apa),when (kapan), where (dimana), who (siapa), why (mengapa), dan how(bagaimana).
    Apa                 : Jawaban berkaitan dengan benda atau pembendaan atua hal.
    Siapa               : Jawaban berkaitan dengan orang yang diberikan (pelaku atau korban).
    Kapan              : Jawaban berkaitan dengan waktu (pada).
    Di mana           : Jawaban berkaitan dengan tempat.
    Bagaimana      : Jawaban berkaitan dengan cara mencapai, proses terjadinya, keadaan hal atau orang, bagaimana akibat yang ditimbulkan.
    Mengapa         : Jawaban berkaitan dengan sebab atua alasan terjadinya sesuatu.
    SOAL
    1. Novel merupakan karya sastra yang berbentuk?...
    A.Prosa
    B.Roman.
    C.Latar tempat, latar waktu, latar sosial.
    D.Kegiatan membaca sekilas tanpa mengurangi pemahaman inti bacaan.
    Jawaban: A



Kelas 9.
SEMESTER 1.

  •  Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif
- Melaporkan berbagai Peristiwa secara Lisan
Langkah – langkah :
1. Terlebih dahulu cermatilah dan pahamilah informasi yang telah kalian peroleh.
2. Buatlah catatan – catatan kecil terkait informasi tersebut.
3. Ringkasalah catatan – catatan tersebut dan hafalkanlah.
4. Sampaikan informasi secara lisan.
- Membaca Memindai Indeks Nama
- Menuliskan kembali Cerpen yang Pernah Dibaca
Langkah – langkah :
1. Bacalah sebuah cerpen dengan saksama.
2. Tentukan ide – ide pokok cerpen.
3. Kembangkan ide – ide cerpen menjadi suatu ringkasan.
- Menggunakan kalimat Inversi secara Cepat
Adik-sedang-menyanyi
  S-P-O.

Contoh soal:

  1.  Reporter : “Menurut Bapak, mengapa koperasi masih dibutuhkan pada zaman sekarang?”
    Sutrisno : “Perlu saya ketengahkan di sini bahwa membangun sistem perekonomian pasar yang berkeadilan sosial tidaklah cukup dengan sepenuhnya menyerahkan kepada pasar. Mengingat, tidak semua permasalahan ekonomi dapat diselesaikan dengan keberadaan pasar, terutama maslah keadilan rakyat. Koperasi sebagai suatu gerakan dunia telah membuktikan diri dalam melawan ketidakadilan pasar. Hal ini sesuai dengan tekad koperasi membawa perekonomian Bangsa Indonesia menuju pada suatu kemakmuran dalam kebersamaan dengan semboyan 'makmur dalam kebersamaan dan bersama dalamkemakmuran'.”
    Reporter : “Bagaimana tanggapan Bapak sebagai pengusaha dalam masalah ini?”
    Sutrisno : “Menurut saya tidak selamanya badan-badan ekonomi yang berpijak padapengembangan modal negatif. Justru lahirnya penanam modal atau usaha lain yangmengutamakan modal lebih banyak memberikan masukan inkam per kapita di negara kita. Di samping itu, dengan adanya persaingan ketat, warga Indonesia akan tertantang untuk terus berusaha yang akhirnya akan menggerakkan perekonomian kita.”
    Hal berikut ini yang bukan merupakan gagasan narasumber berdasarkan kutipan dialog interaktif tersebut adalah . . . .
    a. Membangun sistem perekonomian pasar yang berkeadilan sosial tidaklah cukup dengan sepenuhnya menyerahkan kepada pasar
    b. Koperasi sebagai suatu gerakan dunia bertekad membawa perekonomian Bangsa Indonesia menuju pada suatu kemakmuran dalam kebersamaan
    c. Lahirnya penanam modal atau usaha lain yang mengutamakan modal lebih banyak memberikan masukan inkam per kapita di negara kita
    d. Dengan adanya persaingan ketat, warga Indonesia akan tertantang untuk terus berusaha

  • Menganalilsis Unsur – unsur Syair
Syair adalah salah satu jenis puisi lamadan berasal dari Persia. Syair sebagaimanayang lain , hakikatnya dibangun atas struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik berkaitan dengan unsur luar, misalnya diksi, pengimajian, majas, perulangan bunyi(rima), tipografi, jumlah baris per bait. Struktur batin berkaitan dengan unsur dalam/isi puisi, misalnya simbol, perasaan atau suasana, tema, nada, amanat. Perasaan berkaitan dengan rasa hati yang disampaikan penyair melalui syairnya, misalnya sedi, kecewa, benci, rindu, dan sebagainya. Sedangkan nada merupakan sikap batin penyair yang hendak diekspresikan kepada pembaca, misalnya menasihati, mencemooh, penasaran.

- Menceritakan Kembali secara Lisan Isi Cerpen
Ciri – ciri cerpen :
1. Panjang cerita ±10.000 kata
2. Hanya mengandung satu gagasan tunggal atau berkesan tunggal
3. Menyajikan satu kejadian yang paling menarik
4. Berakhir dengan penyelesaian
- Membedakan Fakta dan Opini dalam Teks Iklan
Fakta : Tanggal waktu atau tempat
Opini : Menurut saya, kelebihan atau kekurang suatu hal
- Menulis Iklan Baris
Iklan baris terdiri dari 4 :
1. Iklan penawaran
2. Iklan pencarian
3. Iklan penjualan
4. Iklan lowongan pekerjaan
- Menggunakan Ungkapan dan Peribahasa
Ungkapan : Ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus.
Peribahasa : Peribahasa adalah kalimat ringkas padat yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau tingkah laku.

Contoh Soal:

  1.  Rindu Dendan

    Beta menunggu tidak tersabar,
    Dalam hati berdebar-debar,
    Rasa rindu tidak terkhabar,
    Bila bersua tersenyum lebar.
    Di DWI Maya beta khabarkan,
    Rindu di hati beta luahkan,
    Khabar tersusun beta tuliskan,
    Untuk dikongsi bersama rakan.
    Warkah abang sudahlah tamat,
    Rindu di hati terlalu amat,
    Cinta abang di hati tersemat,
    Syaaban 1424 tamat.

    Pesan yang disampaikan dalam syair tersebut …
    a. Jangan gila karena cinta.
    b. Jatuh cinta membawa duka.
    c. Kerinduan seseorang akan menyiksa batin.
    d. Kerinduan seseorang akan terobati dengan menuliskan surat...

SEMESTER 2.

  • Menyimpulkan Pesan Pidato
            Pidato adalah salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan untuk menyampaikan berbagai informasi kepada khalayak ramai. Pidato dapat dilakukan dalam berbagai konteks keperluan, misalnya pidato kenegaraan, pidato politik, ceramah ilmiah, ceramah keagamaan, dan lain sebagainya.
            Tujuan dan amanat berpidato bermacam-macam, tergantung pada tema yang diangkat pada acara tersebut. Tujuan kegiatan pidato sebagai berikut.
1. Untuk menyampaikan informasi.
2. Untuk memberikan arahan, ajaran atau perintah.
3. Untuk memengaruhi orang lain.
4. Untuk menghibur.
            Mendengarkan pidato harus mampu menyimpulkan isi pesan yang terkandung dalam pidato. Pesan itu ada yang dinyatakan secara langsung dan tidak langsung. Pesan yang dinyatakan secara langsung dan tidak langsung. Pesan yang dinyatakan secara langsung dapat berbentuk ajakan atau imbauan, sedangkan pesan tidak langsung biasanya tersirat dalam suatu pernyataan.
            Isi pidato yang dicatat hanya berupa hal-hal yang penting. Misalnya, informasi atau pokok-pokok pikiran dari seorang tokoh. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memahami isi pidato sebagai berikut.
1. Konsentrasi
Konsentrasi merupakan hal pertama yang harus diperhatikan saat memahami pidato serta memberikan respons yang positif terhadap isi pidato.
2. Pemahaman Materi.
Memahami isi pidato akan mempermudah untuk menyimpulkan pesan yang disampaikan.
3. Membuat Catatan
Catatan akan memudahkan seseorang dalam mengingat pesan yang telah disampaikan oleh pembaca.
            Naskah pidato terdiri atas tiga bagian besar, yaitu pembukaan, isi (inti pidato), dan penutup. Oleh karena itu, sebelum melakukan kegiatan berpidato perlu dibuat sistematika naskah pidato yang benar yang terdiri atas tiga bagian tersebut. Susunan yang benar diawali dengan pembukaan, diikuti isi, dan diakhiri penutup. Dalam berpidato sebaiknya menggunakan bahasa yang efektif serta memperhatikan kejelasan vokal yang meliputi pelafalan dan intonasi. Ciri bahasa yang efektif sebagai berikut.
1. Mempunyai kesatuan gagasan
2. Memiliki kepaduan yang kompak
3. Menyampaikan gagasan secara masuk akal.
4. Menggunakan kata dan kalimat secara hemat.
5. Menggunakan penekanan secara tepat dan bervariasi.
SOAL
1. Bentuk komunikasi yang dilakukan untuk menyampaikan berbagai informasi kepada khalayak ramai disebut?... 
A.Pidato.
B.Ajakan dan Imbuan.
C.Metode catatan kecil (Ekstemporan).
D.Cepat dan sekilas mengurangi pemahaman terhadap isi bacaan.
  • Fakta dan Opini
Fakta adalah peristiwa atau kejadian yang kenyataannya tidak diragukan lagi. Fakta dalam iklan mencakup identitas produk yang ditawarkan , komposisi, kegunaan, dan sarana penggunaan secara lengkap. Sedangkan opini adalah hasil pemikiran/pendapat/pendirian seseorang yang kebenarannya masih diragukan. Pernyataannya bersifat subyektif dan biasanya ditandai dengan kata-kata pengandaian, atau kata-kata yang menyatakan kesangsian . Contoh : seandainya, jika, seumpama, kira-kira, mungkin, dan sebagainya. Kata-kata ini tidak mutlak, tergantung juga konteks kalimatnya.

Contoh soal:

  1. (1) Udara di Bogor terasa dingin. (2) Kali ini dinginnya melebihi hari-hari sebelumnya. (3) Dinginnya suhu udara di Bogor mencapai 24ºC. (4) Data tingkat suhu udara ini, terdapat di papan informasi pengukur suhu di jalan-jalan besar di kota Bogor.
    Dua kalimat pendapat pada teks tersebut ditandai dengan nomor ....
    A. (1) dan (2)
    B. (2) dan (3)
    C. (1) dan (3)
    D. (2) dan (4)

Materi BAHASA INDONESIA kelas VII semester I

By Unknown di Oktober 29, 2017 0 komentar

KD. Menulis buku harian dengan memperhatikan cara penggunaan & bahasa ekspresif

-         Dalam halaman buku harian terdapat :
 Waktu, dan tempat kejadian
 Uraian peristiwa / isi dengan bahasa ekspresif
 Nama jelas / jati diri
-         Bahasa Ekspresif adalah Bahasa yang menghidupkan suasana cerita
-         Buku harian adalah buku yang mencatatat pengalaman pribadi / peristiwa penting yang bersifat pribadi / rahasia
-         Pengalaman pribadi adalah hal yang pernah terjadi yang bersifat pribadi / rahasia / penting / terkenang
-         Manfaat buku harian yaitu untuk mengenang peristiwa yang pernah terjadi & menjadi reverensi menulis buku
-         Cara menulis buku harian :
o   Menggunakan bahasa ekspresif
o   Tidak usah mengulang banyak kata
2) KD. Menulis Surat pribadi dengan memperhatikan kompetensi, isi, & Bahasa
-         Surat menurut bentuknya dibagi 2 yaitu surat pribadi & surat dinas
-         Surat pribadi ditujukan untuk teman , saudara , keluarga , dll
-         Surat dinas adalah surat yang bersifat resmi yang dikeluarkan oleh lembaga atau dinas
-         Sistimatika ( Bag. Surat) =
      Pembuka : 
a.       Tempat & tanggal surat – Paling atas sebelah kanan
b.      Alamat surat – ada dibawah TTS
c.       Salam pembuka – ditulis diatas isi pokok
      Isi : Berisi pesan yang ingin disampaikan pengirim kepada penerima surat
      Penutup :
a.       Salam pentup – ditulis di bawah isi pokok
b.      TTD pengirim – tanda terima penulis surat
c.       Nama jelas pengirim – merupakan identitas pengirim
-         Surat pribadi dibagi 2 yaitu surat pribadi perorangan dan surat pribadi resmi
-         SP. Perorangan ditujukan kepada teman, sahabat dan menggunakan bahasa sehari-hari , atau bahasa popular / tidak baku
-         SP. Resmi biasanya kita kirim kepada lembaga, sekolah, atau guru menggunakan bahasa resmi, yang baku dan formal
-         Yang harus diperhatikan jika mengerjakan soal tentang ini dalah bahasanya dan sistimatika penulisannya .
-         Perhatikan ! Dilarang menggati nama kota dengan istilah “DI TEMPAT” 
-         Perhatikan ! Jika ingin menulis paragraph yang menjorok tidak boleh dilongkap 1 baris . Tetapi jika membuat barisan lurus harus dilongkap 1 baris
-         Isi minimal terdiri 3 paragraf yaitu Paragraf pembuka , Pargraf pokok inti , paragraph penutup
-         Harus memperhatikan EYD (tanda baca , huruf Kapital , Spasi) & tata letak (berurutan)
3)  KD. Menentukan Hal yang menarik dari dongeng
-         Dongeng merupakan sarana hiburan
-         Unsur Intrinsic dongeng :
a.       Mengandung unsure pendidikan
b.      Tokohnya
c.       Latar (Tempat , Waktu , Suasana)
d.      Alur cerita
e.       Tema
-         Dongeng terdiri dari :
a.       Konflik
b.      Pertikaian
c.       Klimaks / masalah
d.      Penyelesaian
e.       Akhir
4) KD. Menunjukan Relevansi isi dongeng dengan situasi saat ini
-         Relevansi artinya kaitan / hubungan
-         Tujuannya untuk menemukan unsure – unsure pendidikan dalam dongeng , dan untuk menunjukkan relevansi isi dongeng dengan jaman sekarang
5) KD. Menentukan makna kata dalam kamus secara cepat & tepat
-         Perhatikan hal – hal berikut :
a.       Diurutkan secara alfabetis
b.      Kamus menggunakan kata dasar bukan kata jadian
c.       Di dalam kamus terdapat kata sebagai petunjuk pencarian
d.      Mencari huruf pertama dulu, yang diikuti suku kata berikutnya . Penulisan kata dipisah sesuai suku katanya
e.       Penjelasan arti kata yang maknanya lebih dari satu perbedaannya akan dinomori
f.       Setiap kata sesuai konteks keperluannya diberi label kelas kata
g.      Perbedaan huruf
6) KD.  Menyampaikan pengumuman dengan intonasi yang tepat
-         Intonasi adalah tinggi rendah, cepat lambatnya, dan pelafalan suara
-         Funsi intonasi menyampaikan informasi kepada halayak ramai
7) KD. Menyampaikan pengumuman dengan informasi yang tepat & kata kata yang lugas
-         Fungsinya menyampaikan informasi kepada public / halayah ramai
-         Bedanya :
a.       Informasi yang disampaikan 
b.      Bahasa yang digunakan
v  Formal : baku – lugas – logis – tersusun
v  Informal : sederhana – popular
-         Baku artinya standar, sesuai ukuran
-         Lugas artinya berkenaan yang perlu saja, sederhana
-         Logis artinya masuk akal
-         Tersusun maksudnya berurutan, tata letak katanya tepat
-         Bahasa popular artinya bahasa sehri – hari
-         Resmi :
a.       Kop-lembaga-alamat-logo
b.      Judul :
                                                                                   ·          Perihal
                                                                                   ·          Nomor/No.Urut/Sandi/tahun
                                                                                   ·          Pembuka “Dengan ini kami……
                                                                                   ·          Isi = Sasaran , Waktu , Tempat
                                                                                   ·          Penutup “Demikian” , “Sekian” , dll …
                                                                                   ·          Titimangsa
                                                                                   ·          Nama Jelas / Jabatan
8) KD. Menggunakan kata berdenotasi & berkonotasi
-         Denotasi adalah kata yang memiliki makna sesungguhnya yang disesuaikan didalam kamus
-         Konotasi adalah kata yang merupakan makna tambahan / makna kiasan dari denotasi
-         Denotasi dibagi 2 konotasi positif (K+) dan Konotasi negatif (K-)
-         Konotasi positif adalah makna kata denotasi yang berintonasi halus atau disebut AMELIORASI
-         Konotasi negatif adalah makna kata denotasi yang berintintonasi kasar atau PEYORASI
-         Frase adalah kelompok kata (con: warta berita = informasi/kabar
-         Polisemi adalah kata yang memiliki banyak arti atau makna lebih dari 1
9) KD. Menggunakan Kalimat Berita / Kalimat Deklaratif
-         Kalimat yang isinya menyampaikan informasi & berintonasi netral & diakhiri dengan tanda titik
-         Menurut penggunaannya dibagi menjadi kalimat berita positif dan kalimat berita negative
-         Kalimat berita positif yaitu kalimat berita yang sudah pasti kebenarannya
-         Kalimat berita negative yaitu kalimat berita yang masih belum jelas kepastiannya
-         Ciri – cirri kalimat berita negative yaitu terdapat kata tak, tidak, dan belum
10) KD. Mengomentari cerita anak
-         Hal – hal yang  bisa di komentari :
a.       Isi cerita (Unsur Intrinsik)
b.      Judul
c.       Bahasa yang digunakan
d.      Diksi / pilihan kata (yang komunikatif dan menarik)
e.       Runtutan katanya
-         Kita harus menulis identitas bukunya terlebih dahulu yaitu :
a.       Nama Buku
b.      Penulis
c.       Waktu terbit
d.      Nama penerbit
e.       Kota terbit
f.       Jumlah halaman (jika ada)
11) KD. Pantun
-         Ciri pantun :
a.       1 bait terdiri dari 4 baris
b.      Bersajak abab / aaaa (rima)
c.       1 baris/larik terdiri dari 8 – 12 suku kata
d.      Baris 1-2 termasuk sampiran , sedangkan baris 3-4 termasuk isi
-         Pantun termasuk kedalam karya sastra berbentuk puisi karena berbentuk bait . Sebab prosa berbentuk paragraph
-         Pantun termasuk puisi lama yang masih popular
-         Jenis Pantun :
a.       Nasehat
b.      Jenaka
Dll…….
12) KD. Membaca Indah Puisi
Agar kita bias membaca puisi dengan indah, kita harus :
-         Memahami is puisi apa saja hal yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca . Kita tidak perlu mengikuti gaya si penulis saat membacakan puisinya tetapi kita bias menggunakan gaya kita sendiri dan karakter pembaca .
-         Mengetahui ekspresi dari puisi tersebut apa ekspresi yang harus kita munculkan saat membaca puisi
Cara Pembacaan Puisi :
-         Musikalisasi
-         Membawa teks
-         Deklaratif
Puisi : Merupakan bentuk karya sastra yang berbentuk bait .
 Puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang berbait, bersajak, dan berirama . Puisi merupakan ungkapan perasaan pikiran dan suasana btin penyair . Pengungkapannya menggunakan bahasa yang indah dan dengan kejujuran hati .
 Membaca puisi perlu menelaah dengan baik agar dapat memahaimi isinya . Membaca puisi merupakan salah satu kegiatan seni baca berirama yang menimbulkan keindahan, keharuan, pemahaman & penghayatan isi puisi untuk menimbulkan keindahn, keharuan, pemahaman, & penghayatan . Isi puisi harus dibaca dengan irama, volume suara, mimic, & kinestika yang benar (Yang sesuai dengan isi puisi yang dibacakan)
 Irama dapat diciptakan dengan jeda, intonasi, dan penekanan . Oleh karena itu, sebelum kita membaca puisi kita dapat membubuhkan :
1.      Tanda Jeda
/ = artinya berhenti sebentar untuk mrnyatakan satuan frase (kelompok kata)
! = artinya berhenti agak lama untuk menyatakan satuan makna  kalimat
// = berhenti lama untuk menyatakan satuan makna gaasan / bait
2.      Tanda Intonasi
↗ = Intonasi Naik
→  = Intonasi Datar
↘ = Intonasi Naik
3.      Tanda Tekanan
⋯⋯⋯ = Pemberian pada kata penting
⎻⎻⎻⎻⎻ = Pemberian pada kata yang sangat penting
Volume Suara  ⇨ Kejelasan
  Pembacaan puisi secara pengucapannya harus jelas, nyaring, dan 
lantang .
Mimik   ⇨ Ekspresi Wajah
  Mimik merupakan perubahan raut wajah yang terlihat ketika pembacaan 
bagian – bagian puisi .
Kinestik/Kinestika ⇨ Ekspresi Tubuh / Gesture
  Akan terlihat dengan gerakan tangan, dan badan seperti kepalan tangan, 
acungan jari, dada membusung, dan sikap saat membacakan puisi .

 Sebelum kita membacakan puisi kita harus memahami isi puisi . Saat membacakan, kita harus bias menjiwai puisi tersebut . Agar pendengar bisa merasakan apa yang disampaikan oleh penulis melalui puisi tersebut . Tetapi dalam pembacaan kita tidak perlu mengikuti gaya sang penulis dalam membacakan puisinya . Kita membacanya dengan peraturan diatas dan sesuai karakter kita masing – masing . Dalam membaca puisi kita juga harus Lantang, nyaring, dan jelas, ekspresif, menerapkan gesture yang tepat dan baik, Tenang, PD, dan tidak gugup .
13) KD. Menulis Pesan Singkat / Memo
Menggunakan kalimat singkat :
-         Padat
-         Singkat
-         Jelas
-         Fokus/Tepat/Terarah
Kata Ganti :
 Untuk menggantikan suatu benda.
-         Orang
-         Milik / Kepunyaan
-         Tanya
-         Penghubung
-         Tunjuk
-         dll.

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS 7 SEMESTER 2
Wawancara adalah Tanya jawab dengan seorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal untuk dimuat dengan surat kabar, disiarkan melalui radio atau ditayangkan dilayar televisi. 
Wawancara bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang sesuatu hal yang diperlukan diberitakan kepada orang banyak. Wawancara biasanya dilakukan oleh pihak yang berkepentingan dengan narasumber yang diperkirakan dapat memperkuat masalah yang dijadikan objek wawancara.
Ayo memahami tabel /diagram! 
Table atau diagram biasanya digunakan untuk menampilkan data secara ringkas. 
Untuk mempermudah membaca table dan grafik gunakan langkah-langkah d ibawah ini : 
1. Bacalah judulnya
2. Baca informasi yang ada di atas 
3. Ajukan pertanyaan tentang tujuan ,grafik,table,atau diagram tersebut.
4. Baca grafik,table,atau diagram. Ingatlah tujuab dan dapatkan keteranganya dalam informasi tersebut.
Jelasnya Wawancara adalah kegiatan untuk menggali informasi. Wawancara dilakukan oleh dua pihak ,yaitu orang yang mewawancarai (pewawancara)dan orang yang diwawancarai. Pewawancara adalah orang yangmengajukan pertanyaan .orang yang diwawancarai bisa seorang ahli dalam bidang tertentu. 
Ayo, belajar mengenali tokoh !
Biografi adalah buku yang menceritakan sejarah hidup seseorang, biasanya tokoh atau pahlawan terkenal.
Melalui buku biografi , kita dapat mengetahui lebih jauh sifat-sifat baik sang tokoh yang patut kita tiru.
Mengungkapkan gagasan dalam puisi
Puisi merupakan karya sastra yang terkait adanya baris-baris yang padat arti.
Adanya beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak menulis puisi,antara lain:
1.Diksi atau Pilihan Kata
2.Pelambangan
3.Rima dan irama
4.Tipografi
Puisi adalah karya sastra yang kaya makna dan kaya imajinasi. Isi puisi dapat dilacak dari berbagai aspek,misalnya nada,suasana,irama,pilihan kata,dan dari imajinasi yang dilukiskan dalam puisi.
Gagasan utama 
Ayo, Belajar menemukan gagasan utama !
Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan paragraf. Dalam sebuah paragraf gagasan utama berada pada kalimat topik(kalimat utama)
Menemukan Istilah Dalam Teks Bacaan
Istilah adalah kata atau kelompok kata yang pemakaiannya terbatas pada bidang tertentu saja.
Langkah untuk mengklasifikasikan istilah sesuai dengan bidang ilmunya dalam bacaan adalah sebagai berikut:
a) Bacalah buku-buku dari bidang ilmu.
b) Catatlah istilah-istilah yang terdapat dalam buku tersebut.
c) Carilah makna dari istilah-istilah yang terdapat dalam buku-buku tersebut.
d) Klasifikasikan sesuai dengan ilmunya
Cerita pendek (cerpen) adalah satu bentuk karya sastra yang ceritanya hanya menceritakan satu peristiwa dari seluruh kehidupan pelakunya. Unsur intrinsic cerpen ada beberapa macam, antara lain tema,plot(alur),penokohan(perwatakan),setting(latar cerita),sudut pandang(titik kisah),gaya bahasa dan amanat.
1.Tema, yaitu pokok pembicaraan yang mendasari cerita.
2Plot(alur), yaitu rangkaian peristiwa yang sambung-menyambung dalam sebuah cerita       berdasarkan logika sebab akibat.
3.Sudut pandang, yaitu posisi pengarang terhadap kisah yang diceritakannya.
4.Gaya bahasa, yaitu cara pengarang menggunakan bahasa untuk menghasilkan karya sastra.
5.Amanat, yaitu ajaran yang ingin disampaikan pengarang.
6.Penokohan(perwatakan), yaitu pemberian watak pada tokoh cerita.
Ayo, belajar menemukan informasi secara cepat dn tepat !
Membaca sekilas(scanning) adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara melihat sekilas bagian-bagian teks terutama judul,daftar isi,kata pengantar atau hal-hal umum lainnya.
Menanggapi Cara Pembacaan Puisi
Puisi adalah karya sastra yang dikemas dalam bentuk berbaris-baris dan berbait-bait
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membacakan puisi, yaitu:
1. Membaca puisi secara berulang ulang
2. Memahami makna dalam judul puisi
3. Memahami gambaran makna secara umum
4. Menentukan kata kata yang bermakna perlambang
5. Memahami rasa, nada, irama dan diksi
Membacakan puisi berbeda dengan berdeklamasi
Istilah deklamasi telah lama kita kenal sebelum istilah poetry reading masuk ke Indonesia yang pertama kali dibawakan oleh W.S RENDRA sekitar tahun 1920 an .
Ada beberapa hal yang perlu diperhatukan dalam berdeklamasi, antara lain :
A. Interpretasi atau penghayatan atas puisi yang akan disampaikan
B. Konsentrasi atau pemusatan pikiran
C. Pelafalan atau teknik vocal
D. Ekspresi
E. Mimic

Materi Bahasa Indonesia kelas 8 semester 1
BERITA
Ω Unsur-unsur  yang ada di dalam suatu berita : judul, paragraph pokok (berisi  5W+1H),paragraph pengembang (min. 6 paragraf), inisial penulis
Ω 5W + 1H : Apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana
Ω Metode Piramida terbalik : mengurutkan hal dari yang paling penting sampai ke paling tidakpenting(paragraph paling atas berisi hal-hal yang penting, makin ke bawah makin tidak penting)
Ω Langkah-langkah menulis berita :
    ~ Mendata informasi untuk kelengkapan berita dengan menjawab pertanyaan melalui metode 5W+1H
    ~ Menulis berita secara lengkap dengan memperhatikan unsur-unsurnya. (lihat unsur2 berita diatas)
     ~ Bahasa yang yang digunakan (bahasa berita menggunakan bahasa yang singkat, padat, tidak bertele-tele, dan hanya berisi kalimat fakta)
     ~ Metode penulisan berita umumnya menggunakan metode piramida terbalik
                          UNSUR INTRINSIK NOVEL
Ω Tema        : Pokok persoalan yang dibicarakan dalam naskah tersebut
Ω Penokohan   : Penyajian watak-watak tokoh dalam cerita tersebut, bisa dilihat dari                              perilaku tokoh, dialog, pilihan-pilihan tokoh, deskripsi/penjelasan penulis
Ω Alur        : Jalinan/ikatan-ikatan peristiwa yang membentuk cerita. Di dalam alur terdapat peristiwa penting (perkenalan, konflik, puncak konflik, peleraian, penyelesaian
Konflik : Batin, Fisik
Ending : Happy ending, Sad ending, Open Ending (hanya sampai konflik)
Ω Setting/latar  : Segala keterangan yang menyangkut waktu, tempat, dan suasana cerita itu
Ω Amanat        : Ada 2 macam : ~ Tersurat → ditulis oleh pengarangnya dalam cerita
                              ~ Tersirat → pembaca harus menyimpulkan sendiri

                          NORMA/ETIKA DALAM CERITA
Ω Pengertian norma adalah :
~ Aturan/ketentuan yg. mengikat warga, masyarakat dipakai panduan,tatanan, pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima
 ~  Aturan, ukuran/kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur untuk  menilai/membandingkan            sesuatu
Ω Contoh norma : Masyarakat Timur (sopan santun, tidak terus terang) dan masyarakat Barat (keterus-terangan)

             MENANGGAPI HAL MENARIK DALAM NOVEL
Ω Bahasa tanggapan : Bahasa sopan dan argumentative
Ω Dalam memberi tanggapan bisa dalam bentuk :
  ~ Kalimat pendek/Paragaraf pendek. Cth : Menurut saya novel ini … (isi, karakter tokoh,unsur intrinsik yang lain, ditambah dengan argumentasi yang logis, membandingkan dengan kenyataan dalam masyarakat)
  ~ Karangan opini yang unsurnya meliputi : judul, paragraph pembuka, paragraph2,                         paragraph penutup.
Ω Untuk memperkuat argumentasi :
            ~ Gunakan teori (keilmuan yang kita miliki)
            ~ Pengetahuan umum
            ~ Pengalaman
                                                
                    KATA GANTI
Ω Macam-macam kata ganti/pronominal : ~ Kata ganti orang
                                  ~ Kata ganti pemilk
                                  ~ Kata ganti penunjuk : -Jarak (jauh dan dekat)
     -Tempat (jauh, dekat, taktentu)
Ω Kata ganti orang

Tunggal
Jamak
Orang I
aku, saya, hamba, beta, daku
kami, kita
Orang II
kamu, anda, engkau, dikau, kau
kamu, kamu sekalian, anda sekalian, kalian
Orang III
dia, beliau, ia, -nya
mereka, -nya

Ω Kami : Hanya orang pertama (jamak)
    Kita   : Orang kedua dilibatkan + orang pertama (jamak)
Ω Kata ganti orang yang bersifat netral : kamu, -nya
Ω Orang pertama : diri sendiri yang terlibat dalam pembicaraan
    Orang kedua : lawan bicara
    Orang ketiga : orang yang sedang kita bicarakan
Ω Kata sapaan digunakan untuk menyapa, sedangkan kata ganti penggunaannya tak terbatas.
PUISI
Ω Ciri umum puisi baru :
            ~ bentuknya rapi, simetris
            ~ mempunyai persajakan akhir yang teratur
            ~ banyak menggunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
            ~ sebagian besar puisi empat seuntai
            ~ tiap-tiap barisnya terdiri atas sebuah gatra (esatuan sintaksis)
            ~ tiap gatranya terdiri atas 2 sampai 5 kata
Ω Jenis-jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya :
~Balada    : Puisi berisi kisah/cerita
~Himne    : Puisi pujian untuk Tuhan, tanah air, pahlawan,dll.
~Ode       : Puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
~Epigram   : Puisi yang berisi tuntunan/ajaran
~Romance :  Puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
~Elegi     : Puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
Ω Citraan Puisi : ~pendengaran
 ~penglihatan
 ~penciuman
 ~peraba
 ~perasa
Ω Macam-macam rima berdasarkan BUNYI :
            ~R. Sempurna : Seluruh kata akhirnya berirama sama. 
Contoh : Ma-lang                                                                                                                           Ma-ti                                                                                                                              Pa-lang                                                                                                                              Ha-ti
            ~R. Tak Sempurna : Hanya sebagian suku akhir yang sama. 
Contoh : Pu-lang
                                                                                                                          Pa-gi
                                                                                                                          Tu-kang
                                                                                                                          Ha-ri
            ~R. Mutlak                   : Seluruh kata berima. Contoh : Mendatang -datang jua
                                                                                                  Kenangan masa lampau
                                                                                                  Menghilang muncul jua
                                                                                                  Yang dulu sinau-silau
                        Kata jua yang diulang 2x di tempat yang sama itu berima
~R.Terbuka                  : Yang berima adalah suku akhir suku terbuka dengan vocal yang sama. 
  Contoh : bu-ka
                ba-tu
                mu-ka
                pa-lu
~R. Tertutup                 : Yang berima itu suku akhir suku tertutup dalam vocal yang diikuti konsonan
   yang sama. Contoh : hi-lang
                                   su-sut
                                   ma-lang
                                   ta-kut
~R. Aliterasi                 : Yang berima adalah bunyi-bunyi awal pada tiap-tiap kata yang sebaris                           maupun pada baris-baris berlainan. Contoh : Bukan beta bijak berperi
~R. Asonansi                : Yang berima adalah vocal-vocal yang menjadi rangka kata-kata, baik                pada sebaris maupun pada baris-baris berlainan. Contoh : se-cu-pak
                                                                                                                      tem-bang
                                                                                                                       se-cu-kat
                                                                                                                      mun-dam
~R. Disonansi               : Rima ini adalah vocal-vocal yang menjadi rangka kata-kata seperti pada
  asonansi tetapi memberikan kesan-kesan bunyi yang berlawanan. 
  Contoh : tin-dak tan-duk (i-a/a-u)
                mon-dar man-dir (o-a/a-i)
Ω Macam-macam rima berdasarkan LETAK KATA DALAM BARIS :
~R. Awal         : Apabila kata-kata yang berima terdapat pada awal-awal kata. 
  Contoh : Pemuda kaulah harapan bangsa
                Pemuda jangan suka berpangku tangan
~R. Tengah      : Apabila kata-kata yang berima terdapat di tengah. 
  Contoh : pemuda kaulah harapan bangsa
                pemudi kaulah harapan negeri
~R. Akhir         : Apabila kata-kata berima terletak pada akhir. Bentuk ini hanya digunakan dalam
  bentuk pantun, syair, dan gurindam. Contoh : Tolong-menolong umpama jari
                                                                         Bantu-membantu setiap hari
                                                                         Bekerja selalu berlima diri
             Itulah misal Tuhan memberi
~R. Rangkai
~R. Kembar
~R. Berpeluk
~R. Tegak        : Apabila kata-kata yang berima terdapat pada baris-baris yang berlainan. 
  Contoh : terlipat
                terikat   
                engkau mencari
                terang matahari
~R. Datar         : Apabila rima kata-kata yang berima itu terdapat pada pada baris yang sama. 
                          Contoh : air mengalir menghlir sungai
~R. Sejajar       : Apabila sepatah kata dipakai berulang-ulang dalam kalimat yang beruntun. 
  Contoh : dapat sama laba
cicir sama rugi
bukit sama didaki
lurah sama dituruni
Ω Macam-macam rima berdasarkan RUPA (bentuknya & pengucapannya hampir sama)
Ω Jenis puisi baru berdasarkan bentuknya :
~ Distikon        : 2 baris tiap bait
~ Terzina          : 3 baris tiap bait
~ Quatrain        : 4 baris tiap bait
~ Quint : 5 baris tiap bait
~ Sextet           : 6 baris tiap bait
~ Septima         : 7 baris tiap bait
~ Stanza/Oktaf: 8 baris tiap bait
~ Soneta          : 14 baris tiap bait
Ω Jenis-jenis majas perbandingan :
            ~Simile : Majas perumpamaan/asosiasi → menggunakan peribahasasebagai                                            perbandingannya
            ~Alegori           : Membandingkan sesuatu dalam bentuk cerita
~Metafora        : Majas perbandingan yang membandingkan tetapi tidak menggunakan kata-kata
  Perbandingan (Cth : lautan manusia)
~Personifikasi   : Yang dibandingkan adalah antara satu benda dengan manusia yang hidup
  (menghidupkan benda mati)
~Antitesis         : Menggunakan sesuatu dalam bentuk frase (Cth: tua-muda)
Ω Jenis-jenis majas pertentangan :
~Hiperbola       : Mempertentangkan sesuatu secara berlebihan, tidak seuai kenyataan
~Litotes            : Merendah-rendahkan/mengecil-ngecilkan sesuatu, bertolak belakang dengan
  Hiperbola
~Ironi               : Menyatakan sesuatu kebalikannya, digunakanuntuk menyindir
Ω Jenis-jenis majas pertautan :
            ~Metonimia      : Pengganti nama
            ~Sinedoke        : -pars pro toto →menyebutkan sebagian untuk mewakili seluruhnya (Cth : Sedari                                                    tadi batang hidung Fergie tak kelihatan)
-totum pro parte →menyebutkan seluruhnya untuk mewakili sebagian (Cth :                         Indonesia kalah melawan Malaysia pada Sea Games yang                                  lalu)
~Eufimisme       : Menghaluskan kata-kata sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain
~Antonomasia  : Menyebutkan sifat-sifat/cirri-ciri khas dari seseorang, tapi bukan untuk menghina
Ω Jenis-jenis majas perulangan :
~Repetisi          : Perulangan kata (Cth: Merdeka! Merdeka! Kita perjuangkan rakyat yang merdeka!)
~Pleonasme      : Menggunakan kata-kata berlebihan yang meknanya hampir sama

                                                            SLOGAN DAN POSTER
Ω Arti slogan menurut KBI (Kamus Bahasa Indonesia) adalah perktaan/kalimat yang menarik/mencolok dan
    mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu. Ciri-ciri slogan adalah bahasanya singkat dan menarik.
Ω Arti poster menurut KBI adalah plakat yang dipasang di tempat umum berupa pengunguman dan iklan. Ciri
    bahasa poster sama dengan slogan.
Ω Perbedaan slogan dan poster :
~Poster ditempel di tempat umum, slogan bisa dipasang atau tidak
~Poster ada gambarnya, slogan bisa ada gambarnya atau tidak
~Slogan berisi kalimat-kalimat yang berupa semboyan, poster berisi kalimat-kalimat ajakn langsung
~Slogan kalimatnya singkat, menarik, dan gampang diingat, poster tidak boleh berupa semboyan


Ω Macam-macam :
~Berdasarkan isinya :
                        -slogan berupa iklan
                        -slogan yang memberi penerangan/pendidikan bagi
                        -slogan berupa kegiatan
                        -poster niaga (isinya berkaitan dengan jual beli jasa/barang)
                        -poster pendidikan
                        -poster kegiatan
                    
MATERI SASTRA – SPESIFIKASI DRAMA: 
1.      KONFLIK DALAM DRAMA/NOVEL: Pertentangan atau ketegangan atau perang atas suatu masalah.
2.      MACAM KONFLIK, SETIDAKNYA ADA 2 :
a.       KONFLIK BATIN: konflik yang terjadi pada seorang tokoh yang konfliknya bersumber dari dirinya sendiri. Konflik yang terbangun karena pada beda pendapat antara hati dengan pikirannya terhadap suatu masalah.
b.       KONFLIK LAHIR: konflik ini kebalikan dari konflik batin, yakni konflik yang terbangun karena si tokoh bertentangan prinsip/pendapat dengan tokoh lain, bukan dengan dirinya sendiri.
3.      UNSUR PEMBANGUN DALAM KARYA SASTRA:
a.       UNSUR INTRINSIK/UNSUR DALAM: (1) tema, (2) alur/plot, (3) tokoh/penokohan, (4) latar (tempat, waktu, suasana), dan (5) amanat/maksud cerita.
b.       UNSUR EKTRINSIK/UNSUR LUAR: (1) sang penulis/pengarang, (2) latar belakang penulis (ekonomi, politik, pendidikan, dll), (3) situasi zaman.
4.       TEMA: Tema bukanlah judul. Tema adalah inti, pokok, gagasan yang melandasi seluruh cerita. Atau semangat yang hendak disampaikan sebuah cerita kepada pembacanya. Misal, novel “Negeri 5 Menara” adalah novel yang mengusung tema tentang pentingnya pendidikan dan motivasi meraih cita-cita.
5.      TOKOH/PENOKOHAN: Tokoh adalah para pelaku yang terdapat dalam cerita. Tokoh-tokoh ini biasanya memiliki berbagai karakter atau watak dengan perilaku yang membuat suatu cerita berkembang.
6.      TOKOH, BERDASAR PERANNYA TERBAGI 2:
a.        TOKOH UTAMA: Tokoh yang menjadi pusat cerita. Biasanya mendapat porsi penceritaan yang lebih banyak dibanding tokoh-tokoh lainnya.
b.       TOKOH PENDUKUNG: Tokoh-tokoh yang diceritakan utuk membantu berkembangnya cerita si tokoh utama. Bisanya, porsi penceritaannya sedikit.
7.      TOKOH, BERDASAR WATAKNYA TERBAGI 2:
a.       TOKOH PROTAGONIS:  Wataknya baik.
b.       TOKOH ANTAGONIS: Wataknya buruk atau jahat.
8.      ALUR/PLOT: Rangkaian atau urutan peristiwa dalam cerita.
9.      ALUR TERBAGI 3:
a.       ALUR MAJU: Peristiwa cerita dimulai dari awal hingga akhir berjalan sesuai urutannya. Misal, seorang tokoh diceritakan dari mulai dia lahir, berkembang, hingga kematiannya.
b.       ALUR MUNDUR/FLASH BACK: Peristiwa cerita dimulai dari masa kini, namun cerita berjalan ke masa lalunya.
c.       ALUR MAJU-MUNDUR/ZIGZAG: Peristiwa cerita berjalan dimulai dari masa lalu, berjalan ke masa kini, lalu ke masa lalu lagi. Atau bisa juga sebaliknya. Yang jelas, peristiwa cerita terjalin secara bolak-balik. Novel “Negeri 5 Menara” termasuk menggunakan alur ini.
10.  LATAR/SETING: Tempat, waktu, atau suasana yang ada dalam cerita.
11.  LATAR/SETING TERBAGI 3:
a.       LATAR TEMPAT: Tempat-tempat yang dijadikan dasar cerita: rumah, sekolah, kamar, pasar, bioskop, kelas, jalan raya, mal, dan masih banyak lagi.
b.       LATAR WAKTU: Waktu-waktu yang dijadikan dasar cerita: nama hari, tanggal, jam, pagi, siang, sore, malam, dan seterusnya.
c.       LATAR SUASANA: Suasana tempat atau keadaan tokoh yang saat tersebut dijadikan dasar cerita: mendung, cerah, hujan, sedang marah, gelisah, takut, berani, dan lain sebagainya.
12.  AMANAT: Setiap cerita pasti memiliki amanat. Artinya, setiap cerita pasti memiliki sebuah harapan untuk pembacanya. Harapan-harapan ini adalah hal-hal yang ingin disampaikan oleh si pencerita/pengarang melalui inti cerita yang dibuatnya.  Misal, novel “Negeri 5 Manara” mengamanatkan kepada pembaca agar terus berjuang meraih cita-cita meskipun dalam kondisi yang serba kekurangan, sebab cita-cita yang terus menerus diusahakan pasti akan menuai hasilnya dengan baik sesuai keinginan. Bahasa lainya: man jadda wajadda, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. 

MATERI BAHASA INDONESIA KELAS 8 SEMSTER 2 

BAB I PERISTIWA NYATA
A. Masalah Utama dari Beberapa Berita yang Bertopik Sama Melalui Membaca Ekstensif.
Membaca ektensif adalah cara membaca yang dilakukan dengan cara cepat untuk memahami beberapa teks bacaan. Tekhnik membaca cara ini lebih tepat dilakukan ketika mnghadapi jumlah teks yang sangat banyak, sedangkan waktu yang dimilikinya sangat sempit.  Kegiatan membaca dengan cara ini pembaca tidak perlu mencermati setiap kata yang ada dalam teks bacaan tersebut.
B. Membawakan Acara dengan Bahasa yang Baik dan Benar serta Santun
Sebuah acara suatu kegiatan akan berjalan lancar jika ada seorang ang bertugas untuk memandunya. Orang yang memandu sebuah acara disebut pewara atau MC (Master of Ceremony). Seorang pembawa acara harus menguasai banyak kosa kata  agar dapat berkomuikasi  dengan baik. Bahasa yang digunakan pembawa acara pun haruslah bahasa yang komunikatif. Selain itu, Seorang pembawa acara harus mempunyai ekspesi  yang mendukung sesuai  kegiatan.
Lalu apa tugas pembawa acara?
Ada beberapa hal yang harus dipehatikan sebelum membawakan acara, antara lain :
1. Memersiapkan acara.
2. Membuka acara.
3. Mengatur acara atau arus pembicaraan.
4. Mempersilahkan pengisi acara.
5. Memberikan ulasan, komentar terhadap acara atau pembicaraan yang baru selesai.
6. Merangkum jalannya seluruh acara yang berlangsung.
7. Menutup acara.
Ada beberapa hal yang dapat mengghambat dalam membawakan acara, antara lain :
1. Artikulasi dan volume suara yang kurang memadai.
2. Pembicaraan monoton.
3. Penggunaan kata asing yang tidak tepat.
4. Terlalu banyak menggunakan kata-kata yang tidak perlu disampaikan.
5. Terlalu banyak berbicara, sehingga temponya tidak teratur.
Secara garis besar sebuah acara dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian:
1. Pembukaan. 
2. Inti acara.
3. Penutup.
C. Menulis Rangkuman Isi Buku Ilmu Pengetahuan Populer.
Kegiatan merangkum tidak sama dengan meringkas, tetapi pada saat menulis sebuah rangkuman kita dapat mengungkapkan kembali garis besar dalam isi wacana atau bacaan tersebut, baik secara lisan maupun tertulis. Isi rangkuman tidak harus berurutan seperti karangan aslinya. Rangkuman berisi pokok-pokok pikiran yang ada dalam sebuah wacana.
Langkah-langkah membuat rangkuman :
1. Membaca wacana dengan cermat.
2. Menandai bagian-bagian penting dalam bacaan. 
3. Menentukan ide pokok atau gagasan pokok dalam paragraf.
4. Menuliskan gagasan pokok/ide pokok dalam kalimat efekif.
D. Mengidentifikasi Karakter Tokoh Novel Remaja (asli atau terjemahan) yang Dibacakan.
Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu menjalin suatu cerita. Cara pengarang menampilkan tokoh disebut penokohan. Tokoh dalam sebuah novel selalu mempunyai sifat, sikap, tingkah laku atau watak tertentu. Pemberian watak pada tokoh dalam cerit disebut perwatakan. 
Ada beberapa cara yang dilakukan pengarang untuk menentukan watak tokoh, yaitu :
1. Melalui perbuaan-perbuatannya
2. Melalui ucapan-ucapannya atau ucapan tokoh lainny
3. Melalui penggambaran fisiknya , misalnya tokoh jahat digambarkan dengan fisik yang besar , hitam, bertaring dan sebagainya,
4. Melalui pikiran-pikirannya,
5. Melalui pernyataan langsung pengarangnya.
Dalam sebuah cerita, biasanya pengarang menggunakan lebih dari satu cara untuk mengungkapkan watak tokohnya. Selain tokoh unsur yang lain dalam sebuah cerita adalah tema dan latar cerita. Tema adalah pokok masalah yang mendasari sebuah cerita, sedngkan latar adalah tempat, waktu, dan suasana kejadian kejadian dalam sebuah cerita. 
BAB II LINGKUNGAN SEKITAR
A. Membacakan Teks Berita dengan Intonasi  yang Tepat
Membacakan teks berita untuk orang lain memang  lebih sulit jika dibandingkan dengan membaca untuk diri sendiri. Alasannya, pembaca harus memperhtikan intonasi, artikulasi, serta volume yang jelas.
Ada beberapa tips membacakan teks berita yang baik, antara lain:
1. Intonasi yang datar dan tdak memperdengarkan turun naiknya suara secara tepat kan membosankan pendengar.
2. Artikulasi atau pengucapan huruf, kata, hingga kalimat harus jelas.
3. Volume atau keras lembutnya suara harus jelas dn mantap.
4. Tekanan kata-kata harus tepat. Janganlah kata-kaa bahasa Indonesia diberi tekanan seperti kata-kata bahasa Asing.
5. Kecepatan baca harus diukur. Dengan cara begitu, pengucpan tidak terlampau cepat, tetapi tidak pula terlalu lambat seperti orang mengeja. 
            Ada beberapa tanda yang dapat digunakan sebelum berita dibacakan, antara lain : 
· /  = berhenti sebentar
· // = berhenti
· == = tekanan pada kata penting
B. Menulis Teks Berita secara Singkat, Padat dan Jelas
Menulis berita merupakan kegiatan menginformasikan sesuatu kepada orang lain. Oleh karena itu, keterampilan menulis berita perlu kita miliki. Sebagai bekal menulis berita, amati beberapa lngkah penyusunan berita berikut !
1. Penemuan peristiwa atau kejadian.
Isi berita berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang aktual , artinya peristiwa yang belum diketahui publik (masyarakat umum).
2. Pencarian sumber berita.
Maksudnya  mencari orang yang mampu memberikan informasi secara akurat sesuai berita yang akan ditulis.
3. Wawancara informatif untuk memperoleh fakta tentng suatu kejadian, berupa data atau proses kejadian. 
4. Mencatat hal-hal penting apa, siapa, dimana, kapan, dan bagaimana proses terjadinya peristiwa.
5. Menulis berita dengan bahasa yang singkat dan jelas.
C. Menemukan Pokok-Pokok Berita (apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang Didengar atau Ditonton Melalui Radio/Televisi.
Setelah kamu belajar membacakan berita dan menulis sebuah berita, pada pelajan kli ini kamu akan belajar menangka informasi sebuah berita yang dibacakan. Ada beberapa hal yang hrus kamu perhatikan dalam menggali informasi dalam sebuah berita. Yaitu dengan menggunakan kata penanya what, who, why, where, when, dn how.
D. Mengomentari Kutipan Novel Remaja (asli atau terjemahan).
Novel adalah cerita rekaa yang menceritakan kejadian yang luar biasa pada pelakunya sehingga terjadi konflik yang menimbulkan peubahan nasib.
Secara umum novel mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Menceritakan sebagian kehidupan yang luar biasa,
2. Adanya konflik yang mampu menimbulkan perubahan nasib pelaku,
3. Adanya beberapa alur yang mempengaruhi jalnnya cerita.
4. Perwatakan dibahas secara mendalam.
Apa ciri novel remaja? Novel remaja adalah novel yang berisi hal yang berkaitan dengan kehidupan remaja, biasanya novel remaja mempunyai ciri-ciri :
ü Tema ceritanya percintaan.
ü Masalah yang digmbarkan bersifat aktual.
ü Tokoh ceritanya ideal.
ü Alur cerita sederhana sehingga mudah dinikmati.
ü Bahasa yang digunakan komunikatif.
BAB III TEKOLOGI KOMUNIKASI
A. Mengemukakan Kembali Isi Berita yang Didengar/Ditonton Melalui Radio/Televisi.
Berita atau informasi yang disampaikan secara tertulis atau lisan di sebuah media cetak mestinya memuat enam pokok berita. Dalam dunia jurnalistik terkenal dengan istilah 5W+1H. Sebuah berita disajikan menggunakan pola piramida terbalik, yaitu pokok-pokok berita disajikan pada awal berita, sedangkan bagian yang lain hanyalah berupa paparan atas pokok-pokok itu.
Pada saat kita mendengarkan atau membaca berita, kita pasti ingin mengetahui pokok-pokok berita. Unsur mengetahui pokok-pokok berita dapat dilakukan dengan mengajukan sebuah pertanyaan yang berunsur 5W+1H (what,when,who,why,where,how). Yaitu apa yang diberitakan, siapa yang diberitakan, kapan peristiwa itu terjadi, dimana peristiwa trsebut terjadi, mengapa peristiwa tsb terjadi, dan bagaimana kelanjutan peristiwa tersebut.
B.  Menyampaikan Persetujuan, Sanggahan, dan Penolakan Pendapat dalam Diskusi Disertai dengan Bukti atau Alasan.
Dalam kegiatan berdiskusi menanggapi apa yang disampaikan pembicara sangat diperlukan. Pembicara adalah orang yang menyampaikan permasalahan kepada peserta diskusi. Sebuah diskusi akan berjalan baik jika permasalahan yang didiskusikan menarik.
Permasalahan tersebut diangkat dalam forum diskusi untuk dicarikan pemecahannya atau untuk mencari dukungan untuk tindakan selanjutnya. Oleh karena itu, ketika permasalahan tersebut disampaikan pembicara, biasanya muncul bebagai tanggapan.
Tangga pan bisa berupa sanggahan, persetujuan, dan penolakan pendapat. Hal yang harus menyertakan argumentasi atau alasan yang masuk akal.
Menyimpulkan hasik diskusi.
Sebuah diskusi yang baik berakhir dengan penemuan solusi atas permasalahan yang dibahas. Solusi atau jalan keluar itulah yang merupakan inti persoalan yang harus dicatat dan dikuatkan menjadi sebuah kesimpulan. Jika dalam diskusi tidak berhasil memecahkan masalah atau tidak menemukan solusi, diskusi berakhir tanpa ada kesimpulan. Dengan kata lain, diskusi dilanjutkan lagi pada waktu lain atau dihentikan tanpa ada kesimpulan.
C. Menemukan Informasi untuk Bahan Diskusi Melalui Membaca Intensif.
Dewasa ini ada banyak sumber informasi di sekitar kita. Kita dapat memperolehnya dari media cetak, seperti buku, majalah, koran, dan buletin. Dari media massa elektronik kita dapat memperolehnya melalui siaran radio atau televisi. Sekarang kita pun dapat memperoleh informasi tertulis dari internet.
Dari berbagai media tersebut kita dapat mngetauhi bermacam-macam bidang, olahraga, kriminal, peristiwa aktual, politik, seni, ekonomi, dan sebagainya. Nah disini kita dituntut untuk dapat menemukan isinya sebab ada banyak hal yang harus kita ingat. Bagaimana menemukan isi berita dari media massa secara secara efektif? Pada bagian ini kamu akan belajar membaca intensif suatu berita.
Aktivitas pembelajaran yang harus kamu lakukan untuk menguasai kmpetensi menemukan informasi untuk bahan diskusi melalui membaca intensif adalah :
1. Menemukan informasi dari berbagai sumber.
2. Membandingkan informasi yang dibaca dengan sumber lain, dan
3. Mengerjakan latihan.
D. Menulis Puisi Bebas dengan Memperhatikan Unsur Persajakan.
Dari pelajaran yang lalu, kamu sudah memelajari ciri-ciri puisi. Dalam bagian ini kamu  akan diajak untuk belajar menulis puisi. Bagaimana menulis puisi yang baik? Sulitkah menulis puisi itu? Tidak. Kamu pasti bisa “menulis puisi itu mudah”, demikian kata penyair Taufiq Ismail.
Nah untuk membuktikan itu pada bagian ini kamu diajak memilih puisi dengan menggunakan pilihan kata yang puitis dan multimakna, rima yang indah, serta bahasa yang kreatif.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, aktivitas pembelajaran yang harus kamu lakukan untuk menguasai kompetensi menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata adalah :
1. Menulis puisi berdasakan rangsangan gambar.
2. Menulis puisi berdasarkan perenungan terhadap peristiwa yang terjadi.
3. Menulis puisi berdasarkan pengamatan objek/kegiatan.
4. Menuulis puisi dengan berbagai rangsangan, dan
5. Menyuntng puisi.
Ada beberapa hal yan harus diperhatkan sebelum kegiatan menulis puisi dilakukan, antara lain :
1. Pemilihan kata atau diksi
Dalam menulis puisi pilihan kata harus benar-benar dierhatkan. Pemilihan kata harus memertmbangan dua hal, yaitu ketetapan makna atau kesesuaian bunyi kata itu dengan suasana yang ingn diungkapkan.
2. Pelambangan 
Apabila tidak dapat memperoleh kata yang mampu mengungapka perasaan dan pikiran secar tepat, gunakan pelambangan, baik wujud kata maupun rangkaian kata yang bermaka konotatif.
3. Rima dan Irama
Rima adalah persamaan bunyi dalam puisi. Sedangkan irama adalah alunan suara pada saat puisi dibacakan. Rima dan iama akan menghasilkan keindahan bunyi pada saat puisi dibacakan. Rima dan irama berfungsi memperkuat kesan atau isi puisi.
4. Tipografi atau wujud puisi
Wujud puisi harus pula dperhatikan. Kamu dapat menulis puisi yang terdiri atas bait-bait atau tanpa pembaitan. Wujud puisi harus disesuaikan dengan isi puisi. Puisi yang berisi kemarahan, kengerian, ataupun kekacauan biasanya menggunakan baris-baris pendek. Adapun puisi yang berisi renungan lebh berkesan jika ditulis dalam bentuk baris-baris yang panjang.
BAB IV MANFAAT KESENIAN
A. Menjelaskan Alur Cerita, Pelaku, dan Latar Novel Remaja.
Unsur-unsur cerrita yang menentukan apakah cerita menarik atau tidak menarik dipengaruhi bagaimana penulis cerita itu dalam mengungkap alur cerita, pelaku, dan latar novel remaja. Ketiga unsur tsb saling berkaitan membangun bangunan cerita yang menarik. Mari kita kupas ketiga hal tsb daam pembelajaran berikut ii.
1. Alur Cerita Novel Remaja Indonesia
Alur merupakan pla pengembangan cerita ang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat. Antara peristiwa yang satu dengan yang lain saling berkaitan. Bagan-bagian jalan ceita secara umum.
1) Pengenalan situasi cerita (exposition)
Pada tahap ini, pengarang memerkenalkan para tokoh, menata adegan dan hubungan antartokoh.
2) Pengungkapan peristiwa (complication)
Dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang menmbukan berbagai masalah atau pertentangan bagi para tokohnya.
3) Menuju adanya konflik (rising action) 
Terjadi eningkatan kegembiraan, keterlibtan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya kesuaran tokoh.
4) Puncak konflik (turing point) 
Tahapan ini meruakan tahapan klimaks. Pada bagian ini, ditentukan pada perubahan nasib dari beberapa tokoh.
5) Penyelesaian (ending)
Sebagai akhir cerita. Pada tahap ini berisi penjelasan mengenai nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami puncak cerita.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa alur cerita merupakan urutan kejadiian yang meliputi tahap-tahap :
1. Pengenalan (paparan awal cerita)
2. Perumitan masalah (tokoh mulai terlibat masalah)
3. Klimaks (puncak masalah)
4. Antklimaks (penurunan masalah)
5. Simpulan/konklusi (akhir cerita)
B. Mengenali Ciri-ciri Umum Puisi dari Buku Antologi Puisi.
Antalogi puisi adalah buku yang memuat sejumlah puisi. Puisi-puisi itu dibuat oleh satu atau beberapa orang penyair. Buku antalogi puisi disebut juga buku kumpulan puisi. Tujuan buku antalogi puisi dibuat sebagai dokumentasi perkembangan kreativitas penyair.
Membaca antalogi puisi banyak gunanya. Kita dapat menikmati keindahan puisi, megenal ciri-ciri uum puisi, serta mengenal rima, bahasa pilihan kata, dan keanekaragaman makna puisi.
1. Rima 
Rima atau persamaan bunyi dalam puisi yang berfungsi untuuk menegaskan suasana. Persamaan bunyi itu ada yang terletak di satu baris, adapula yang terletak pada baris yang berbeda dapat terletak di awal, tengah atau akhir baris.
2. Bahasa 
Bahasa yang digunakan dalam puisi sangat khas. Untuk menyampaikan pkiran dan perasaannya, penyair menggunakan kata atau frasa bermakna khas dan biasa menggunakan majas.
3. Makna Puisi
Untuk mengetahui makna puisi dapat dipahami melalui pemahaman kata-kata (kata kias atau lambang) yang digunakan. Jdi, untuk memahami isi puisi secara utuh tidak dapat diketahui dengan cara mengartikan kata per kata, karena puisi merupaan satu kesatan.
C. Menulis Slogan/Poster untuk Berbagai Keperluan dengan Pilihan Kata dan Kalimat Bervariasi
1. Menulis Slogan
Slogan adalah kalimat pendek yang menarik, mudah diingat untuk memberikan sesuatu. Slogan sering dibuat oleh sebuah oganisasi atau partai olitik tertentu kepada publik/masyarakat.
Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam menyusun slogan :
1. Tentukan visi atau tujuan yang akan dicapai oleh sesuatu organisasi.
2. Gambarkan keseluruhan tujuan dengan kalimat singkat yang menarik dan mudah diingat masyarakat.
3. Pilihlah kata dan kalimat dengan perulangan bunyi yang menarik.
2. Menulis Poster
Poster adalah plakat yang dipasang di tempat umum, berupa pengumuman atau iklan. Tampilan poster sangat didominasi gambar, kata-kata yang digunakan hanya sebagai penjelas
Diihat dari sifatnya, ada dua macam poster yang bersifat mengumumkan dan poster yang bersifat menawarkan barang atau jasa.
Jenis Poster :
1) Poster niaga : Poster yang dibuat oleh perusahaan perdagangan (barang atau jasa) yang bertujuan untk menawarkan hasil poduksinya kepada masyarakat.
2) Poster kegiatan : Poster yang dibuat oleh suatu orgnisasi atau panitia penyelenggara sebuah kegiatan. Tujuannya untuk sebagai sarana publikasi atau pemberitahuan tentang kegiatan yang dilakukan 
3) Poster Pendidikan : Poster yang dibuat oleh lembaga atau instansi tertentu untuk memberikan infrmasi keadaan masyarakat tentang program atau informai yang perlu diketahui

Materikelas 9 semester I
Bab I PendidikanKarakter
A.Menyimpulkanisi dialog interaktif
Dialog interaktifadalahpercakapan yang dilakukan di televise atau radio yang dapatmelibatkanpemirsadanpendengarmelaluipesawattelphon.narasumber yang dipilihmestinya orang yang tahupersistentanginformasi yang akandisampaikankepadapendengarataupemirsa.untukmempermudahmenemukanhalhalpentingdalam dialog kamuperlumemperhatikanhalhalberikut:
1.tangkaplahmaksudpembicara.
2.temukanlahtokokhtokohnya.
3.mimik dan gerak gerik para pembicara merupakan sumber informasi yang tidakkalah pentingnya untuk kita cermati.
B.MengkritikatauMemuji
Mengkritik dan memuji termasuk kedalam jenis tangg pan ataukomentar.jadiuntukmenanggapisesuatu,kitadapatmembuatnyadalambentukkritikanataupujian.
C.Menganalisisnilainilaikehidupandalamcerpen
Cerpenmerupakansalahsatubentukkaryasastra yang cukuppopular.hampirsemua Koran ataumajalahmenyediakan rubric cerpenpadasetiapedisi.isisebuahcerpenpadaumumnyamenggambarkankehidupanmanusiaseharihari yang kitaalami.baikituberkaitandengankehidupan yang menyenangkanataumungkinkurangmenyenangkansecaraumumcerpenmempunyaiciriciri:
1.ceritapendek (dinikmatidalamwaktu yang singkat).
2.alurnyarapat.
3.hanyamenggambarkansatukonflik.
D.menuliscerpenberdasarkanperistiwa yang pernahdialami
Kegiatanmenuliscerpenmerupakankegiatan yang menyenangkan.mengapamenyenangkan?menyenangkankarenapenulisharusbanyakmengkhayal.peristiwaperistiwa yang terjadidalamcerpenhanyadirekayasaolehpenulisnya.begitujugaparapelaku yang terlibatdalamperistiwaitu.adabeberapalangkah yang harusdiperhatikandalammenuliscerpenantara lain :
1.penentuantemacerita
2.penentuansudutpandang
3.penciptaankarakter
4.penentuanaluratau plot
5.penulisandrafawal
6.perefisiandraf
7.penentuanjudul
Bab 2 pentingnyahidupsehat
A.menemukaninformasi yang diperlukansecaracepatdantepatdariindeksbukumelaluikegiatanmemindai
Indeksbukumembuatnamaatauistilahistilahkhusus yang ada di bukubesertapetunjukhalamannya (di halamanberapanamaatauistilahituada).bagaimanacaramenemukaninformasisecaracepatdariindeksbuku?fokusutamakegiataniniadalahberlatihmembacamemindai(scanning)dariindeksketeksbuku.adapunurutanaktifitas yang haruskaulakukanadalahsbgberikut:
1.mengenaliinformasidalamindeks
2.berlatihmembacamemindaimelaluiindeks
B.melaporkansecaralisanberbagaiperistiwadenganmeggunakankalimat yang jelas
Laporansebuahperistawaseringkitatemukandalambentukberita yang dimuatpadasuratkabar.sebuahberita yang baikharusmemilikiunsur 5W+1H.dalam melaporkansebuahperistiwa,kamuharusmengemukakanunsurunsurtersebutsecarautuhdanlengkap.tujuannya agar pendengarataupembacadapatmengtahuisebuahperistiwasecaralengkapbesertalatarbelakangnya.
C.menyuntingkarangan yang berpedomanpadaketepatanejaan,tandabaca,pilihankata,keefektifnkalimat,danketerpaduanparagraf.
Sebelumdibacaolehumumatauditeritkan,sebuahtulisan yang baikterlebihdahuluharusdisuntung.penyuntinganmerupakan proses memeriksakembalisebuahtulisandanmemperbaikikesalahnkesalahan yang ada yang adasehinggatulisantersebutlayakuntukdipublikasikanataudibacaumum.agarpembelajaranberhasilaktivitas yang haruskamulakukanadalah ;
1.menyuntingejaandantandabaca
2.menyuntingpilihan kata 
3.menyuntingkalimat
D.menuliskankembalidengankalimatsendiriceritapendek
Pernahkahkamumembacacerpen?jikapernahbisakahkamumenikmatidanmemahamiisicerpen yang kamubaca?misalnya,tentangnilaikehidupntokoh yang bias diteladaniatautemacerita yang mampumeberikanpelajaran yang baikatautidakbaik.jikahalitubisakamutemukanberartikautergolongsiswa yang menyukai sastra.
BAB 3 PERANAN KOMUNIKASI
A.MEMBEDAKAN ANTARA FAKTA DAN OPINI DALAM TEKS IKLAN DISURAT KABAR MELALUI MEMBACA EFEKTIF
fakta adalah keadaan atau peristiwa yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar benar terjadi.sedangkan opini adalah pendapat,pikiran,atau pendirian.oleh karena itu,opini besifat pribadi yang belum pasti kebenarannya.fakta dan opini banyak dijumpai dalam surat kabar terutama dalam tajuk atau iklan.
Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong dan membujuk khalayak ramai agar memiliki atau memenuhi permintaan dalam iklan.jika kalian cermati,bahasa yang yang digunakan dlam iklan mengandung fakta dan opini.
Perhatikan contoh berikut!
iklan
Buana asri village,perumahan eksekutif di yogya utara,tersedia 61 unit.diskon s.d 10 jt tersedia tipe 54 s.d 170.harga mulai rp 159 jt hingga 423,3 jt lingkungannya asri dan nyaman hub.YBA tlp (0274)520 567 24.
B.MERESENSI BUKU PENGETAHUAN
    Dunia perbukuan saat ini berkembang sangat pesat.setiap hari buku buku baru terus bermunculan.kondisi semacam ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih gemar membaca.meskipun demikian pembaca diharuskan untuk bersifat kritis.mengapa demikian?ternyata tidak semua buku baru yang muncul bermutu.asal terbit hanya sekedar memburu keuntungan bisnis.
Banyak manfaat yg dapat diperoleh dari kegiatan meresensi buku,antara lain untuk belajar menuang gagasan,berlatih menilai baik buruk isi buku,atau membuat rangkuman.
1.menulis data buku
Menulis data buku merupakan bagian dari kegiatan meresensi buku.data buku adalah keterangan tentng judul buku,penulis,penerbit,edisi dan jumlah halaman buku.resensi bertujuan untuk membujuk pembaca agar pembaca memiliki buku.
2.menulis ikhtisar buku 
Dalam resensi sebuah buku,kita boleh memberikan pendapat tentang isi buku yg kita resensi.ada beberapa langkah yang digunakan untuk menulis ikhtisar:
1) Membaca buku asli secara menyeluruh untuk mengetahui kesan secara umum,maksud,dan sudut pandang pengarang.
2) Mencatat ide pokok dalam paragraph 
3) Mencatat isi pokok tib bab
4) Membuat reproduksi
Bab 4 PENDIDIKAN MORAL
A.menyampaikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi puisi
Karya sastra puisi adalah bebtuk sastra yang memperhatikan pilihan kata dan kepaduan bunyi.sebuah puisi jika dibacakan dengan indah dan penuh penghayatan merupakan sebuah penampilan seni yg menarik.untuk menjadikan pembacaan puisi lebih ekpresif dan menarik pembaca puisi dapat dikemas dalam bentuk musikalisasi puisi.merupakan kegiatan pembacaan puisi dengan cara dilagukan,di beri irama atau diiringi music yg sesuai dengan isi puisi.kegiatan yang harus kamu lakukan dalam membuat puisi adalah
1.menikmati musikalisasi puisi
2.memilih puisi yang akan di musikalisasi
3.memahami puisi
4.menentukan irama yang sesuai dengan suasana puisi
5.menmpilkan musikalisasi puisi
6.menilai musikalisasi puisi.
B.menceritakan kembali secara lisan isi cerpen
Menulis kembali segala sesuatu yang pernah kamu baca merupakan salah satu perwujudan keterampilan menulis.keterampilan itu dapat kamu kembangkan dengan banyak membaca,baik membaca teks narasi,persuasi,argumentasi,atau bahkan cerpen.dengan demikian kamu pun dapat berlatih menulis dengan cara menulis kembali segala sesuatu yg pernah kamu baca.aktivitas yang harus kamu lakuksn adalah 
1.mengidentivikasi alur,tokoh,dan latar cerpen,
2.mengidentivikasi ide pokok cerpen
3.membuat kerangka cerita berdasarkan cerpen yg dibaca
4.mengembangkan kerangkan cerita menjadi cerita yang utuh
5.menilai dan menyunting hasil kembali cerpen.agar dapat menuliskan kembali dengan bahasa sendiri cerpen yang dibaca,kamu harus memahami dulu cerpen yg kamu tuliskan kembali.hal yg berarti kamu harus mengidentifikasi tokoh,latar dan tema cerita tersebut.

Pages

 

MBAK EKA IDRIS 1922 Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos